Rupiah Menguat Seiring Meredanya Ketegangan AS-Iran dan Prospek Selat Hormuz Dibuka
Rupiah menguat ke Rp17.913 per US$ pada perdagangan Kamis pagi, didorong oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta prospek pembukaan kembali Selat Hormuz jika kedua negara mencapai kesepakatan.
Rupiah sempat melemah 0,02% ke Rp17.933 per US$, namun berbalik menguat 0,09% ke Rp17.913 per US$, menurut Bloombergtechnoz.
Harga minyak mentah stabil di kisaran US$79-80 per barel mengikuti harapan pembukaan Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak global.
Meredanya ketegangan turut mendorong penguatan mata uang Asia lainnya, dengan won Korea Selatan sebagai yang terkuat, diikuti baht Thailand, dolar Taiwan, ringgit Malaysia, rupiah, peso Filipina, yen Jepang, dan dolar Singapura.
Namun, penguatan rupiah relatif terbatas dibandingkan baht, won, dan ringgit.
Penguatan rupiah diperkirakan terbatas oleh rilis data ekonomi domestik dan defisit neraca dagang yang belum memicu arus masuk dolar AS dalam jumlah besar.
Pelaku pasar juga menantikan data cadangan devisa yang akan dirilis besok.
Cadangan devisa Indonesia mencatatkan kenaikan menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni, naik dari posisi US$144,9 miliar pada Mei, menurut Bloombergtechnoz.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow