BRIN Paparkan Inovasi Teknologi di Hadapan Presiden Prabowo di Istana

Smallest Font
Largest Font

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan hasil inovasi riset dan teknologi di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (06/08/2026), yang mencakup berbagai bidang seperti energi, kedirgantaraan, dan pertahanan.

BRIN mengembangkan teknologi untuk mengurangi impor LPG melalui bahan bakar nabati dan energi terbarukan. Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan teknologi Adsorbed Natural Gas yang memungkinkan penyimpanan gas alam domestik dengan tekanan rendah menggunakan Metal Organic Framework (MOF) yang ditemukan peraih Nobel 2025, Susumu Kitagawa.

"BRIN telah membangun sister-lab bersama peraih Nobel dari Jepang itu. Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun rupiah per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujar Arif Satria.

Di bidang kedirgantaraan, BRIN membangun kemampuan desain pesawat, pesawat nirawak, dan satelit pengindraan jauh. Pesawat N219 telah dilisensikan ke PT Dirgantara Indonesia untuk produksi, sementara satelit Neo-1 akan diluncurkan awal 2027 untuk mendukung sektor pertanian, kehutanan, kelautan, mitigasi bencana, dan pengawasan maritim.

"Pengembangan satelit ini memberikan efisiensi biaya misi sekitar 71,9% dibanding benchmark misi sejenis," tambah Arif Satria.

BRIN juga mengembangkan pesawat nirawak Buna MALE Alap-Alap untuk pemantauan wilayah dengan kemampuan terbang hingga enam jam. Di bidang transportasi, mereka merancang kendaraan listrik, kapal, dan mesin transisi energi, termasuk kapal pengawas kementerian dan mesin dengan campuran etanol hingga E40.

Inovasi di bidang pangan meliputi teknologi deteksi gas pembusukan menggunakan AI dengan perangkat Food Guard. Untuk kampung nelayan, BRIN mengembangkan kapal listrik yang menurunkan biaya energi hingga 70% dan teknologi budidaya serta pengolahan hasil perikanan.

"Di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan vaksin tuberkulosis dan dengue, alat pengukur hemoglobin berbasis laser yang non-invasif, cepat, portabel, dan real-time," ujar Arif Satria.

Dalam industri alas kaki, BRIN memproduksi sepatu sekolah berbahan karet lokal dengan teknologi cetak injeksi satu bagian dan smart insole untuk rehabilitasi medis dan olahraga.

BRIN juga mengembangkan teknologi mineral kritis untuk peningkatan nilai tambah hingga 40 kali dan menguasai rantai teknologi nuklir dari penambangan hingga pengolahan limbah guna persiapan pembangkit listrik tenaga nuklir.

Di bidang pengolahan air, BRIN memproduksi Arsinum Mobile yang menyediakan 5.000 hingga 20.000 liter air siap minum per hari dan teknologi desalinasi telah diterapkan di lebih dari 40 lokasi pulau kecil.

Teknologi perumahan BRIN meliputi genteng berbasis material lokal dan sistem rumah modular interlock yang dapat dipasang lebih cepat dari konstruksi konvensional.

"Kontribusinya bukan sekadar membuat genteng, tetapi membangun sistem konstruksi yang lebih cepat, terstandar, dan dapat diproduksi oleh industri nasional dan ramah lingkungan," jelas Arif Satria.

BRIN juga mengembangkan teknologi Giant Sea Wall untuk perlindungan pantai yang disesuaikan dengan karakter pesisir serta portofolio teknologi pengolahan sampah yang sudah diterapkan di berbagai lokasi dengan kapasitas sekitar 100 ton sampah per hari dan teknologi pirolisis di 80 lokasi.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow