Seleksi Paskibraka Nasional 2026 Tetapkan 27 Calon Terpilih
Seleksi calon anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) nasional 2026 memilih 27 peserta terpilih dari 38 provinsi berdasarkan rangkaian tes fisik, akademis, dan psikologis, dilansir dari Detikcom. Peserta mengikuti tahap seleksi yang dimulai dari pendaftaran daring, dengan syarat tinggi badan minimal 165 cm untuk putri dan 170 cm untuk putra, nilai akademis baik, izin dari kepala sekolah dan orang tua, serta usia yang sesuai. Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr Rima Agristina, menjelaskan bahwa seleksi mencakup tes wawasan kebangsaan, intelegensia umum, kesehatan, kemampuan baris-berbaris, serta kepribadian yang juga melibatkan pemeriksaan media sosial peserta.
Rima Agristina menyatakan, "Ini adalah suatu garansi juga bahwa memang anak ini nilai akademisnya baik, walaupun dibuktikan dengan salinan lapor dan juga anaknya baik, berkelakuan baik."
Seleksi dilakukan bertahap mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, dengan verifikasi ulang untuk memastikan keabsahan data dan kondisi riil peserta. Di tingkat provinsi, peserta menjalani medical checkup yang mengungkap beberapa masalah kesehatan seperti mata minus dan kadar hemoglobin rendah.
Calon paskibraka dari Sulawesi Selatan, Taswina Putri, menceritakan pengalamannya yang sempat merasa kurang percaya diri karena tinggi badan, namun berhasil masuk dalam tiga puteri yang lolos ke tahap verifikasi pusat. "Tetap maju, walaupun di depan itu banyak yang lebih dari saya sendiri. Habis itu saya menjalani tes, di Pantukhir itu, yang ranking 1, alhamdulillah nama saya disebut," ujar Taswina Putri.
Wina juga mengungkapkan kebanggaannya dapat bertemu perwakilan dari 38 provinsi saat verifikasi tingkat pusat. Ahmad Alfatih, calon paskibraka dari Sumatera Barat, menyatakan bahwa pengalaman sebagai anggota paskibra dan pramuka di SMP membantunya menyiapkan fisik dan mental. "Jadi, mulai dari sana latihan PBB-nya, dasar-dasar semuanya udah ada," kata Ahmad Alfatih.
Selain itu, Ahmad juga aktif dalam olahraga dan mengikuti latihan wawasan kebangsaan demi memaksimalkan peluang lolos seleksi.
Calon dari Sulawesi Barat, M Deni Fikri, mengaku belajar peraturan baris-berbaris sejak SD dan aktif dalam pramuka saat SMP sebagai persiapan seleksi paskibraka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow