Pemerintah Desa Kalibukbuk Minta Maaf atas Pelecehan Turis di Lovina Bali
Pemerintah Desa Kalibukbuk memberikan permintaan maaf kepada turis asal China yang menjadi korban pelecehan di kawasan wisata Lovina, Desa Kalibukbuk, Buleleng, Bali, Selasa (11/8).
Pelaku pelecehan, Wayan Sedana alias Nane, adalah warga setempat dan kasus ini diselesaikan di tingkat desa tanpa dilaporkan ke polisi karena korban telah meninggalkan lokasi.
Perbekel Kalibukbuk, I Ketut Suka, menyatakan permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah desa dan sudah mengambil tindakan cepat terhadap kejadian ini.
"Kami sudah kirim permohonan maaf dari pihak desa ke akun wisatawannya atas ketidaknyamanan yang diterima. Kami juga sudah menjelaskan bahwa kita sudah mengambil tindakan cepat terkait informasi ini," ujar Suka.
Suka menjelaskan bahwa laporan polisi belum dibuat karena keluarga pelaku telah berkomitmen mengawasi agar kejadian serupa tidak terulang, dan penanganan dilakukan secara internal desa.
"Kami sementara tidak buat laporan polisi karena sudah ada niat etika baik dari keluarga yang ikut mengawasi gerak-gerik mereka agar tidak mengulangi hal-hal seperti itu," tambahnya.
Suka menegaskan keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama, apalagi Lovina merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi turis mancanegara.
"Kami tetap bertanggung jawab. Walaupun dia sudah tidak di sini, tetap menjadi tanggung jawab kami dengan pariwisata kita. Jangan sampai terganggu karena ini akan memengaruhi kunjungan wisata kita," jelas Suka.
Keluarga pelaku juga dipanggil dan membuat surat pernyataan untuk mengawasi perilaku Nane, dengan ancaman tindakan tegas jika kejadian terulang kembali.
"Kemarin diselesaikan, keluarganya datang. Mereka buat surat pernyataan, kita panggil ke kantor. Kami sudah bina. Bahkan kami ancam kalau lagi-lagi berulah seperti ini, kami akan ambil tindakan tegas," ungkap Suka.
Polres Buleleng menyatakan akan berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia untuk menyelidiki kasus ini dan memastikan korban merasa aman selama di Bali.
Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, "Kami telah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian Taiwan di Indonesia agar dapat berkomunikasi secara langsung dengan korban untuk melakukan investigasi terkait kejadian ini."
Ruzi mengecam tindakan pelaku yang merusak citra keramahan Bali dan menegaskan pentingnya menjaga keamanan wisatawan di kawasan Lovina.
"Sangat disayangkan sekali, ini merupakan perbuatan tidak bertanggung jawab dan berpotensi mencederai citra pariwisata dan keramahtamahan Bali, terutama Pantai Lovina," tegas Ruzi.
Ruzi mengimbau masyarakat untuk menjaga sikap dan menghormati kenyamanan wisatawan tanpa tindakan yang mengganggu.
Video dugaan pelecehan yang viral di media sosial menunjukkan seorang pria lokal mendekati korban yang sedang merekam video, kemudian melakukan kontak fisik yang tidak diinginkan.
Korban, Aurosa, menyatakan, "Kenapa kamu berjabat tangan selama itu? Aku nggak tahu sebenarnya kamu mau melakukan apa. Sampai akhirnya aku sadar, ternyata sudah terlambat."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow