Senator AS Desak Pemecatan Menhan Pete Hegseth Terkait Kondisi Kapal Induk
Senator Minority dari Amerika Serikat, Chuck Schumer, menyerukan pemecatan segera Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang dianggap sama sekali tidak kompeten. Pernyataan ini muncul di tengah laporan mengenai kondisi sulit yang dialami oleh personel militer di kapal induk USS Abraham Lincoln, dilansir dari Detikcom, Jumat (14/8/2026).
Schumer menegaskan bahwa ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua pihak sudah mengetahui ketidakkompetenannya.
"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," ujar Schumer dalam unggahan di platform media sosial X.
Senator dari Partai Demokrat itu juga mengkritik dampak buruk yang harus ditanggung para pelaut di kapal induk tersebut.
"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat," tambah Schumer.
Sementara itu, Komando Militer Amerika Serikat untuk Timur Tengah, CENTCOM, membantah laporan adanya tujuh tentara yang tewas karena berkelahi di kapal induk USS Abraham Lincoln. Bantahan disampaikan melalui unggahan di media sosial X.
"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini menyebut adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis CENTCOM.
Dalam perkembangan lain, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan bahwa program nuklir Iran kini tidak lagi menjadi prioritas utama AS. Fokus utama AS bergeser ke penurunan harga bahan bakar untuk konsumen di dalam negeri, seperti dilaporkan oleh AFP.
Vance menegaskan bahwa memulihkan kelancaran arus minyak melalui Selat Hormuz menjadi prioritas lebih utama daripada program nuklir Iran.
Selain itu, AS telah mengerahkan kapal induk USS George Washington ke perairan Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah menjalani misi panjang di wilayah tersebut selama konflik dengan Iran, menurut pernyataan Angkatan Laut AS dan laporan open-source.
USS George Washington, yang berbasis di Pasifik, telah mulai bergerak menuju kawasan Timur Tengah sebagai pengganti misi kapal induk sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow