Tiga Game Pokemon Edisi Pertama Terjual Rp 35,6 Miliar di Dubai

Smallest Font
Largest Font

Tiga game Pokemon edisi cetakan pertama terjual seharga USD 2 juta atau sekitar Rp 35,6 miliar oleh seorang kolektor asal Dubai, menjadikannya transaksi game fisik terbesar kedua di dunia, dilansir dari Detik iNET.

Ketiga game yang terjual adalah Pokemon Blue Version, Pokemon Red Version, dan Pokemon Yellow Version: Spesial Pikachu Edition. Semua game tersebut telah dinilai oleh PSA, lembaga penilaian pihak ketiga terkenal di industri game.

Pokemon Blue Version mendapat nilai 9,8, sedangkan Pokemon Red Version dan Pokemon Yellow Version: Spesial Pikachu Edition masing-masing meraih nilai sempurna 10. Ini menjadikan tiga game tersebut sebagai salinan cetakan pertama dengan nilai tertinggi di dunia di antara game Pokemon lainnya.

Nathan Howerton, pemilik dan pendiri Nostalgix yang menjadi perantara transaksi, mengatakan bahwa penjualan ini membuktikan game fisik masih memiliki nilai penting meski industri game makin digital.

"Di dunia yang semakin digital, para kolektor terus memberikan nilai luar biasa pada media fisik. Penjualan tiga game Pokemon bersertifikasi PSA ini menunjukkan bahwa salinan fisik yang benar-benar luar biasa bukan hanya artefak nostalgia - tetapi juga bagian tak tergantikan dari sejarah game," ujar Nathan Howerton.

Howerton juga menyebutkan bahwa transaksi ini menjadi video game berperingkat tertinggi kedua yang terjual. Posisi pertama ditempati oleh salinan Super Mario Bros. untuk NES yang terjual seharga USD 3 juta pada Juni 2026.

Salinan Super Mario Bros. tersebut diberi nilai 9,6 oleh PSA, yang menurut Howerton sangat jarang memberikan nilai sempurna 10 kepada sebuah game.

Kepala PSA Video Games, Claire Shelton, menjelaskan bahwa nilai tinggi pada tiga game Pokemon tersebut menunjukkan kondisi fisik luar biasa tanpa cacat berarti.

"Kami mencari kesempurnaan, atau setidaknya sedekat mungkin dengan kesempurnaan. Karena dengan komponen yang dicetak dengan metode injeksi, akan selalu ada garis-garis yang terlihat tepat di tempat sesuatu terlepas dari cetakan, atau kerumitan proses manufaktur akan menyebabkan sedikit ketidakkonsistenan," ujar Claire Shelton.

Sementara itu, Direktur Konsinyasi Video Game Heritage, Evan Masingill, menyatakan bahwa salinan Super Mario Bros. yang terjual USD 3 juta tersebut masih tersegel sejak diproduksi pada 1968 dan ditemukan beberapa bulan lalu dalam paket konsol NES Control Deck yang belum pernah dibuka selama hampir 40 tahun.

"Kisah di baliknya yang luar biasa - game ini baru ditemukan beberapa bulan lalu di dalam paket konsol NES Control Deck yang masih baru, artinya belum disentuh selama hampir 40 tahun - membuat hasilnya semakin mengesankan," ujar Evan Masingill.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow