UEFA Pertahankan Ancaman Boikot Turnamen FIFA Musim 2026/27
Konflik antara UEFA dan FIFA memasuki tahap baru setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, tetap bertahan meski mendapat tekanan untuk mundur, memicu ancaman boikot UEFA terhadap sejumlah turnamen FIFA musim 2026/27, seperti dilansir dari Bola.
UEFA mengajukan dua syarat agar ancaman boikot dicabut, yaitu pembatalan rencana penjualan saham kompetisi FIFA kepada investor swasta dan jaminan agar rencana serupa tidak muncul lagi. Namun, FIFA belum memenuhi persyaratan ini, sehingga ancaman boikot tetap berlaku.
Situasi ini menimbulkan ketidakpastian bagi lima turnamen FIFA musim 2026/27, termasuk Piala Dunia U-20 Putri di Polandia yang dijadwalkan mulai 5 September 2026, yang bisa menjadi ajang pertama terdampak boikot UEFA.
FIFA mengumumkan dukungan penuh kepada Infantino setelah pertemuan krisis selama tujuh jam di Maroko. Namun, UEFA menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak mengubah sikap mereka terkait boikot.
"Dukungan FIFA kepada Infantino tidak mengubah apa pun terkait ancaman boikot," kata pernyataan UEFA. Mereka menilai kedua syarat yang diajukan belum terpenuhi.
Perselisihan ini dipicu oleh rencana kontroversial FIFA membuka kepemilikan saham kompetisi kepada investor swasta yang ditolak keras dan akhirnya ditarik kembali. UEFA kini menuntut jaminan agar hal tersebut tidak terulang.
Selain Piala Dunia U-20 Putri, turnamen lain yang berpotensi terkena dampak adalah Piala Dunia U-17 Putri di Maroko (Oktober 2026), Piala Dunia U-17 di Qatar (November-Desember 2026), FIFA Women's Champions Cup di Miami (Januari 2027), dan Piala Dunia Putri 2027 di Brasil (Juni-Juli 2027).
| Turnamen | Lokasi | Jadwal |
|---|---|---|
| Piala Dunia U-20 Putri 2026 | Polandia | September 2026 |
| Piala Dunia U-17 Putri 2026 | Maroko | Oktober 2026 |
| Piala Dunia U-17 2026 | Qatar | November–Desember 2026 |
| FIFA Women's Champions Cup | Miami, AS | Januari 2027 |
| Piala Dunia Putri 2027 | Brasil | Juni–Juli 2027 |
Piala Dunia Putri 2027 di Brasil menjadi turnamen terbesar yang paling berisiko dampak global jika boikot benar-benar terjadi, melibatkan tim-tim nasional putri terbaik dunia.
Beberapa pemain juga mulai menyuarakan dukungan terhadap sikap UEFA. Bek Inggris, Lucy Bronze, menyatakan dukungan untuk boikot jika diperlukan.
"Jika diperlukan, boikot kompetisi harus dilakukan," ujar Lucy Bronze, pemain bek timnas Inggris.
Meski FIFA berusaha menunjukkan kesatuan setelah pertemuan di Rabat, dukungan terhadap Infantino tidak sepenuhnya solid. Beberapa tokoh penting, seperti Arsene Wenger yang menjabat sebagai kepala pengembangan sepak bola global FIFA, tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Wenger yang sebelumnya mendukung rencana investasi FIFA, kini memilih tidak menghadiri pertemuan di Maroko.
Beberapa federasi anggota UEFA juga dilaporkan mencabut dukungan mereka terhadap pencalonan Infantino untuk periode berikutnya, termasuk Asosiasi Sepak Bola Inggris.
Namun, Infantino masih mendapat dukungan kuat dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), yang menegaskan komitmen terhadap tata kelola dan transparansi serta dukungan bulat kepada Presiden FIFA tersebut.
Dengan pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan pada Maret 2027, perselisihan ini berpotensi menjadi pertarungan politik besar dalam sepak bola internasional modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow