Venezuela Kaji Keluar dari OPEC, Tanda Pergeseran Politik Besar

Smallest Font
Largest Font

Venezuela sedang mempertimbangkan rencana keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), menandai perubahan politik besar di Caracas, sebagaimana dilaporkan oleh Bloombergtechnoz. Rencana ini sedang dibahas dengan pejabat Amerika Serikat, termasuk kemungkinan penyewaan ladang minyak selama 100 tahun, tetapi belum ada keputusan final. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, negosiasi ini bersifat pribadi dan belum mendapat komentar resmi dari Gedung Putih maupun Kementerian Informasi Venezuela.

Langkah keluar dari OPEC mencerminkan pergeseran kuat sejak Presiden AS Donald Trump berupaya menggulingkan Nicolás Maduro dan mengendalikan penjualan minyak Venezuela.

Washington kini memiliki pengaruh besar dengan pembicaraan pengambilalihan porsi kepemilikan ladang minyak Venezuela, sesuatu yang tidak terbayangkan dua tahun lalu. "Langkah ini juga sejalan dengan Doktrin Donroe ala Trump yang memperluas pengaruh Amerika di Belahan Bumi Barat," ujar sumber terkait.

Trump pernah menyebut Venezuela sebagai negara bagian ke-51 dan mengklaim AS mengendalikan minyaknya. Pemerintahannya juga mengambil porsi kepemilikan di berbagai perusahaan besar dan mengincar sumber daya alam luar negeri, termasuk pembentukan dana investasi bersama Ukraina dari pendapatan mineral dan energi.

Industri minyak Venezuela mengalami perubahan drastis dalam masa transisi politik, dengan perusahaan minyak besar berhati-hati dan pengebor independen mengambil peluang yang besar. Produksi minyak Venezuela merosot akibat sanksi AS dan gejolak domestik, dengan produksi pada Juli 2026 mencapai 1,16 juta barel per hari, lebih rendah dari satu dekade lalu tapi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski potensi keluarnya Venezuela dari OPEC tidak berdampak besar pada pasar global yang sedang ketegangan AS-Iran, hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keutuhan OPEC usai Uni Emirat Arab mengumumkan niat keluar beberapa bulan lalu.

Sumber menyatakan, aliansi AS dan Venezuela dapat mengurangi pengaruh OPEC secara signifikan dan membebaskan Venezuela dari kuota produksi, memungkinkan peningkatan produksi jangka panjang yang dapat menurunkan harga minyak.

Potensi keluar dari OPEC juga membuka ruang bagi perusahaan minyak internasional untuk berperan memulihkan industri minyak Venezuela dan menambah surplus minyak global, menurut Badan Energi Internasional (IEA) AS. Langkah ini dianggap kemenangan bagi Donald Trump yang vokal mengkritik OPEC dan pengaruhnya terhadap harga minyak dan bahan bakar di Amerika. Sejak penangkapan Maduro Januari lalu dan pengambilalihan kekuasaan oleh Delcy Rodríguez, hubungan Washington dan Caracas telah berubah menjadi kemitraan erat, dengan pembicaraan langsung dan pelonggaran sanksi.

Venezuela adalah salah satu pendiri OPEC pada 1960 dan berperan penting sejak awal, termasuk dalam pembentukan OPEC+ pada 2016, namun pengaruhnya menurun beberapa tahun terakhir karena peningkatan produksi minyak dari pesaing seperti AS, Guyana, dan Brasil.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed