Wakil Presiden AS Prioritaskan Turunkan Harga Bahan Bakar dari Program Nuklir Iran

Smallest Font
Largest Font

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan bahwa program nuklir Iran kini bukan lagi prioritas utama dalam perang yang sedang berlangsung. Fokus utama AS saat ini adalah menurunkan harga bahan bakar bagi konsumen di dalam negeri, seperti dilansir dari Detikcom.

Vance menjelaskan bahwa pemulihan kelancaran arus minyak melalui Selat Hormuz menjadi perhatian utama mengingat jalur perairan strategis ini sangat terdampak akibat konflik. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur vital untuk pasokan minyak dan gas global.

Dalam wawancara dengan Fox News, Vance mengatakan, "Saya mengetahui bahwa harga minyak turun hari ini dan jauh lebih rendah dibandingkan saat mencapai puncaknya di awal konflik."

"Itu menjadi tujuan nomor satu -- menjaga harga minyak dan gas tetap murah bagi warga Amerika di seluruh penjuru negara kita," tambahnya.

Vance juga menegaskan bahwa meskipun menurunkan harga bahan bakar menjadi prioritas utama, tujuan kedua adalah memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir.

Selain pernyataan Vance, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut pemerintah akan segera memberlakukan sanksi ekonomi baru untuk melemahkan posisi Teheran.

Sanksi tersebut dan penutupan hampir total Selat Hormuz oleh Iran sebagai balasan atas serangan militer AS memberikan posisi tawar yang signifikan bagi Tehran dalam konflik ini.

Penutupan jalur strategis ini menimbulkan tekanan pada pemerintahan Presiden Donald Trump yang berusaha mengakhiri perang tanpa melancarkan serangan besar kembali.

Situasi ini juga memengaruhi popularitas Trump yang menurun drastis di tengah masyarakat Amerika, terutama menjelang pemilu sela yang akan digelar pada November mendatang. Partai Republik khawatir perang dan kenaikan harga bahan bakar akan membuat mereka kehilangan kendali atas Kongres AS.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow