Xavi Hernandez Resmi Latih Timnas Belanda Gantikan Ronald Koeman

Smallest Font
Largest Font

Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Belanda pada Kamis, 13 Agustus 2026, menggantikan Ronald Koeman yang mundur setelah Piala Dunia 2026. Kontrak Xavi berlaku hingga Piala Dunia 2030, menjadikannya pelatih kelahiran luar negeri pertama sejak Ernst Happel tahun 1977.

Belanda tersingkir lebih awal pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah melalui adu penalti dari Maroko. Ronald Koeman mengakhiri masa jabatannya pasca kegagalan tersebut, membuka jalan bagi Xavi untuk mengambil alih posisi pelatih.

Xavi yang berusia 46 tahun menyatakan memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda yang terbentuk melalui pengalamannya di akademi Barcelona. Dia mengakui pengaruh besar dari legenda Belanda seperti Johan Cruyff dan Rinus Michels terhadap sistem pembinaan pemain muda di klub Catalunya.

"Anda bisa mengatakan bahwa saya adalah sedikit bagian dari anak sepak bola Belanda," ujar Xavi, dilansir dari Bola.

Xavi juga menyebut Louis van Gaal dan Frank Rijkaard sebagai figur penting dalam pembentukan kariernya sebagai pemain dan pelatih.

"Keduanya memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," kata Xavi.

Dia memuji gaya bermain Timnas Belanda yang menyerang dengan penguasaan bola, kreativitas, gairah, dan keyakinan. Menurutnya, kemenangan adalah tujuan utama, namun cara permainan yang mencerminkan karakteristik tersebut juga penting untuk dinikmati oleh publik.

"Tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati orang-orang. Potensi untuk melakukan itu ada, begitu juga fondasi yang kuat untuk dibangun," ujar Xavi.

Nigel de Jong, direktur sepak bola elite di federasi Belanda dan mantan lawan Xavi di final Piala Dunia 2010, memuji visi dan gaya bermain Xavi yang dominan serta atraktif, dengan fleksibilitas yang diperlukan sepak bola modern.

"Xavi percaya pada prinsip-prinsip dasar tersebut, menerima visi itu, dan menjadikannya miliknya sendiri," kata De Jong.

De Jong juga menilai Xavi mampu terhubung dengan pemain dan mengeluarkan kemampuan terbaik dari tim.

Xavi menghabiskan 17 tahun sebagai pemain Barcelona sebelum mengakhiri kariernya di Al Sadd. Setelah pensiun, ia beralih ke dunia pelatihan, menangani klub Qatar dari 2019 hingga 2021, lalu melatih Barcelona sampai Mei 2024.

Menariknya, Xavi pernah menjadi bagian dari skuad Spanyol yang mengalahkan Belanda pada final Piala Dunia 2010, yang menjadi kekalahan ketiga Belanda di final Piala Dunia.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed