Adik Bupati Kubu Raya Diduga Aniaya Petugas Medis di RSUD TBSI
Seorang pria berinisial GI diduga menganiaya sekuriti dan dokter jaga di IGD RSUD Tuan Besar Syarif Idrus (TBSI) Kubu Raya, Kalimantan Barat, saat tenaga medis menangani anggota keluarganya yang kritis pada Sabtu (8/8/2026).
Peristiwa ini terjadi saat keluarga GI membawa Iin Sumirat, mantan Kepala Desa Rasau Jaya III yang juga adik ipar Bupati Kubu Raya Sujiwo, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Dalam penanganan di IGD, Iin didiagnosis mengalami kondisi jantung serius seperti syok kardiogenik, STEMI anterior ekstensif, onset sekitar satu jam, dan Killip IV, yang membutuhkan ruang resusitasi terbatas untuk dua orang keluarga inti.
Meski diminta keluar, GI diduga tetap berada di ruang resusitasi dan memukul sekuriti berinisial HE serta dokter jaga IGD berinisial WE yang mengingatkan keluarganya.
Tenaga medis terus menangani kondisi kritis Iin yang kemudian dirujuk ke RSUD dr Soedarso Pontianak, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia.
Video dugaan penganiayaan ini viral di media sosial, mendorong Bupati Kubu Raya Sujiwo angkat bicara meski awalnya enggan karena suasana duka keluarga.
"Sebenarnya saya belum akan membuat suatu statement berkaitan dengan viralnya kejadian arogansi di Rumah Sakit TBSI. Karena pertama kami masih berkabung, masih berduka dan memang saya itu rencananya setelah tujuh hari (akan berkomentar)," ujar Sujiwo, dilansir dari Detikcom, Kamis (13/8/2026).
Setelah diminta media, Sujiwo menyatakan sikap tegas tanpa toleransi terhadap kekerasan di rumah sakit, meski pelaku adalah anggota keluarganya.
"Harusnya kalau keluarga saya, mereka harus selalu menjaga saya. Menjaga saya, memberikan motivasi kepada saya. Termasuk orang yang merasa dekat dengan saya.
Mereka harus menjaga saya, harus memotivasi saya. Menjaga nama baik saya, bukan sebaliknya," tegas Sujiwo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow