Dr Ana Taqwa Wati Soroti Perbaikan Buku Pelajaran Sesuai Kurikulum
Dr Ana Taqwa Wati, pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menanggapi rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki buku pelajaran SD hingga SMA dengan menyesuaikan materi sesuai perkembangan teknologi dan informasi, seperti dilansir dari Detikcom.
Menurut Ana, pengembangan buku pelajaran harus berawal dari kurikulum agar relevan dengan kebutuhan siswa di era digital. Ia menegaskan bahwa percepatan informasi menuntut perubahan dalam materi pembelajaran.
"Sekarang eranya sudah berubah sekali. Percepatan informasi sangat tinggi sehingga perlu ada perubahan yang bermula dari kurikulumnya," ujar Ana.
"Kalau kita ingin mengembangkan buku pelajaran, tentu harus diawali dari kurikulumnya. Dengan demikian, pengembangan kurikulum yang dilanjutkan dengan perbaikan buku akan relevan dengan perubahan di era sekarang," tambahnya.
Ana juga menyoroti pentingnya penyusunan standar buku pelajaran nasional secara bertahap dengan memperhatikan kesenjangan kemampuan siswa dan kondisi sekolah di berbagai daerah. Ia mengingatkan bahwa peningkatan standar tidak bisa langsung dipukul rata.
"Kalau kita memang ingin memperbaiki, harus dilakukan step by step. Tidak bisa langsung dipaksakan pada standar yang tinggi. Kalau lebih dari 50 persen kualitas siswa di Indonesia masih berada pada low level, kemudian kita memberikan standar yang terlalu tinggi, tentu akan terlalu berat," kata Ana.
Untuk tahap awal, Ana mengusulkan pemerintah melakukan pemetaan dan observasi kebutuhan siswa yang kemudian divalidasi bersama ahli pendidikan dan guru sebagai praktisi langsung di lapangan.
"Proses validasi dapat melibatkan ahli pendidikan serta guru sebagai praktisi yang berhadapan langsung dengan peserta didik," ujarnya.
Ana menekankan peran penting guru dalam proses pembelajaran karena mereka memahami karakteristik dan kebutuhan siswa secara langsung.
"Buku yang baik tidak akan memberikan hasil optimal apabila tidak didukung tenaga pendidik yang mampu menggunakannya secara tepat dalam proses pembelajaran. Karena itu, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup dilakukan melalui pembaruan kurikulum dan buku pelajaran, tapi pemerataan kualitas guru juga perlu menjadi perhatian," tegas Ana.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan kompetensi guru agar kualitas pengajar tidak hanya terkonsentrasi di kota besar, tetapi juga di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Ana menambahkan bahwa evaluasi buku pelajaran harus dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitasnya dalam mendukung pembelajaran.
"Jadi, bukan hanya melihat bukunya sudah bagus atau belum, tetapi juga bagaimana dampak dari buku tersebut. Apakah ada perubahan atau pengaruh setelah siswa belajar menggunakan buku itu atau tidak," ujarnya.
Dengan evaluasi berkala, perbaikan buku diharapkan tidak hanya berupa pembaruan materi atau tampilan, melainkan upaya menyeluruh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai perkembangan zaman dan kemampuan peserta didik di berbagai daerah.
"Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman, kondisi sekolah, serta kemampuan peserta didik di berbagai daerah," pungkas Ana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow