Ahli FK Unesa Jelaskan Risiko Stroke yang Sering Terjadi di Kamar Mandi

Smallest Font
Largest Font

Kamar mandi yang merupakan ruang paling privat di rumah ternyata bisa menjadi pemicu stroke, menurut dr Shelby Amrus Ernanda, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa).

Pengalamannya selama lebih dari satu dekade menangani pasien mengungkap banyak kasus stroke berat yang terjadi saat pasien berada di kamar mandi.

Perubahan suhu yang tiba-tiba di kamar mandi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga tekanan darah meningkat secara cepat. Pada penderita hipertensi, lonjakan ini bisa memicu pecahnya pembuluh darah di otak atau stroke perdarahan.

Suhu yang berubah drastis juga dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) yang memicu pembentukan gumpalan darah di dalam jantung. Gumpalan ini dapat terbawa aliran darah menuju otak dan menyumbat pembuluh darah besar, kondisi yang disebut stroke emboli dan biasanya berakibat sangat berat.

"Gumpalan ini persis seperti darah yang mengental menutup luka di kulit. Bedanya, gumpalan ini terbentuk di dalam jantung, lalu terbawa aliran darah menuju otak, tersangkut di pembuluh (biasanya yang besar), dan menyumbatnya. Inilah yang disebut stroke emboli. Tentu karena seringnya pembuluh darah besar yang kena, jenis stroke ini biasanya sangat berat," ujar dr Shelby Amrus Ernanda, dilansir dari Detikcom.

Untuk mengurangi risiko stroke saat mandi, dr Shelby menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama, hindari mandi dengan air yang terlalu dingin atau panas, gunakan air hangat yang mendekati suhu tubuh agar pembuluh darah lebih stabil.

Kedua, jangan langsung menyiram air ke seluruh tubuh. Basuhlah tangan dan kaki perlahan dari ujung, kemudian wajah, dan akhirnya seluruh badan agar tubuh punya waktu menyesuaikan suhu.

Selanjutnya, siapkan pakaian hangat di dalam kamar mandi agar tubuh tidak langsung terkena suhu dingin setelah mandi.

Dr Shelby juga menekankan pentingnya menjaga pencernaan dengan banyak makan serat, minum air putih, dan aktif bergerak. Terakhir, kendalikan faktor risiko sejak jauh hari seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung.

Menurutnya, kesehatan dibangun dari kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele. Dengan mengubah cara memasuki kamar mandi secara perlahan dan penuh perhatian, nyawa bisa terselamatkan.

"Stroke di kamar mandi bukan takdir yang datang tiba-tiba tanpa jejak. Ia adalah akumulasi dari kebiasaan kecil yang kita anggap remeh, bertemu dengan satu momen ketidakhati-hatian. Mengubah cara kita memasuki kamar mandi, pelan-pelan, sadar, penuh perhatian pada tubuh sendiri, mungkin terdengar sepele. Tapi dari yang sepele itulah, seringkali, sebuah nyawa terselamatkan," tegas dr Shelby.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow