Presiden Prabowo Dorong Redesain Buku Pelajaran SD untuk Representasi Adil
Presiden Prabowo Subianto mendorong agar buku pelajaran untuk jenjang sekolah dasar didesain ulang untuk meningkatkan kualitas dan representasi keberagaman masyarakat Indonesia, dilansir dari Detikcom.
Rencana tersebut mendapat perhatian khusus dari akademisi, salah satunya Radius Setiyawan, pengamat pendidikan dan kajian budaya dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura). Ia menyambut baik upaya pemerintah namun mengingatkan bahwa pembaruan buku pelajaran tidak hanya soal konten dan tampilan fisik.
Radius menegaskan pentingnya memastikan buku pelajaran bebas dari bias dan stereotipe yang dapat mempengaruhi cara pandang anak terhadap dunia. Ia menuturkan, "Memperbaiki buku teks jangan hanya soal memperbaiki materi, kualitas cetakan, atau tampilan buku. Yang juga penting adalah memastikan buku tersebut bebas dari bias dan stereotipe."
Menurut Radius, buku pelajaran merupakan media yang membentuk wawasan anak, termasuk bagaimana perempuan, laki-laki, kelompok etnis, dan alam diposisikan dalam materi. Oleh sebab itu, ia menilai evaluasi buku harus memperhatikan representasi sosial seperti gender, ras, agama, daerah, kelas sosial, dan hubungan manusia dengan lingkungan.
"Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Jangan sampai buku pelajaran justru menyederhanakan keberagaman tersebut atau menghadirkan kelompok tertentu melalui stereotipe," ujarnya.
Radius menyarankan ada tiga aspek utama dalam pembaruan buku pelajaran, yaitu akurasi pengetahuan, keadilan dalam representasi, dan kemampuan membangun daya kritis siswa terhadap materi yang disampaikan.
Selain itu, ia menambahkan bahwa buku pelajaran juga perlu memperkuat perspektif ekologis agar generasi muda sadar bahwa alam bukan hanya sumber daya, melainkan juga hubungan yang kompleks dengan tindakan manusia.
Dalam proses pembaruan buku pelajaran, Radius berharap keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi, guru, peneliti, praktisi pendidikan, hingga kelompok masyarakat yang direpresentasikan dalam buku tersebut.
Ia menutup dengan pernyataan, "Kalau ingin memperbaiki buku teks, kita tidak cukup hanya bertanya apakah materinya benar. Kita juga perlu bertanya: nilai apa yang sedang kita tanamkan kepada anak melalui buku tersebut?"
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow