Anak Tokoh Dunia Pelajari Bahasa Mandarin untuk Peluang Ekonomi dan Diplomasi
An{ "title": "Anak Tokoh Global Pelajari Bahasa Mandarin untuk Peluang Ekonomi dan Diplomasi", "title_slug": "anak-tokoh-global-pelajari-mandarin", "description": "Anak tokoh kaya dunia belajar bahasa Mandarin sebagai strategi ekonomi dan diplomasi, didukung tren global dan perkembangan budaya China.", "keywords": "bahasa Mandarin, tokoh global, peluang ekonomi, diplomasi, tren belajar bahasa", "category_id": "11", "tags": "bahasa Mandarin, edukasi internasional, tren global", "thumbnail": "kelas belajar bahasa Mandarin tokoh global internasional", "content": "
Beberapa anak dari tokoh berpengaruh dunia diketahui sedang mempelajari bahasa Mandarin sebagai bagian dari strategi masa depan. Di antaranya adalah anak pendiri SpaceX, Elon Musk, yang mengumumkan anak laki-lakinya tengah belajar bahasa Mandarin, dilansir dari Detikcom.
Anak-anak tokoh lainnya seperti putra bos Amazon Jeff Bezos dan CEO Meta Mark Zuckerberg juga diketahui belajar bahasa Mandarin. Bahkan Pangeran George, anak sulung Pangeran William dan Putri Kate, menjalani pendidikan bahasa Mandarin di sekolahnya.
Menurut Profesor Studi China dan Direktur Lau China Institute di King's College London, Kerry Brown, motivasi ini terkait dengan fakta bahwa ekonomi China merupakan yang terbesar kedua di dunia. Para tokoh tersebut percaya kerja sama ekonomi dengan China akan sangat penting ke depan.
"Ini kepentingan praktis pribadi, dan pengakuan bahwa China akan menjadi mitra teknologi dan ekonomi sangat penting di masa depan," ujar Kerry Brown.
Selain aspek ekonomi, penguasaan bahasa Mandarin juga dianggap dapat memperkuat hubungan diplomatik dengan Beijing. Contohnya adalah momen saat cucu Presiden AS Donald Trump, Arabella Kushner, menyanyikan lagu dalam bahasa Mandarin pada kunjungan kenegaraan Presiden China ke AS pada 2017.
"Ketika Trump menyuruh cucunya menyanyikan lagu berbahasa Mandarin di depan Xi Jinping, itu adalah diplomasi yang baik," tambah Brown.
Tren ini juga tercermin dari pernyataan juru bicara pers Rusia, Dmitry Peskov, yang menyebut putrinya dapat berbicara bahasa Mandarin sebelum bahasa Rusia berkat pengasuhnya. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan lebih dari 100.000 warga Rusia sedang belajar bahasa Mandarin, dengan 20.000 di antaranya belajar langsung di China.
Di Timur Tengah, Arab Saudi mewajibkan pembelajaran bahasa Mandarin di SMP negeri dan swasta sejak 2023. Kebijakan ini mencerminkan pergeseran geopolitik di wilayah tersebut yang semakin mengarah ke China, seperti diberitakan Saudi Gazette dan SCMP.
Data dari HolonIQ by Quacquarelli Symonds (QS) tahun 2023 menunjukkan lebih dari 6 juta orang belajar bahasa Mandarin dengan nilai pasar mencapai USD 7,4 miliar. Angka ini diperkirakan akan meningkat dua kali lipat dalam lima tahun ke depan.
Peningkatan minat belajar bahasa Mandarin tidak hanya didorong oleh kemajuan ekonomi dan teknologi China, tetapi juga kekayaan budaya seperti seni, film, literatur, dan kuliner yang menarik banyak peminat.
Sekitar 2 juta pelajar asing belajar untuk mendapatkan sertifikat kemahiran bahasa Mandarin, terutama siswa sekolah dan juga pelajar dewasa yang tertarik peluang ekonomi. Pemerintah Inggris pun menggandakan dana untuk studi China dan bahasa Mandarin pada 2023 untuk memperkuat kemampuan diplomasi dan keamanan nasional.
Selain pelajar asing, sekitar 4 juta dari 60 juta diaspora China juga aktif belajar bahasa Mandarin untuk memperoleh sertifikat kemahiran. Sebagian besar anak sekolah dalam diaspora ini menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa kedua atau berkomunikasi di rumah.
Di Indonesia, minat belajar bahasa Mandarin juga meningkat, dengan beberapa sekolah menyediakan mata pelajaran bahasa Mandarin dan kursus tambahan. Pada 2024, Kedutaan Besar China di Indonesia bersama Masjid Istiqlal meresmikan ruang budaya Tiongkok yang menawarkan pertukaran budaya dan pendidikan bilateral, termasuk pembelajaran bahasa Mandarin dan budaya tradisional China seperti lukisan sutra dan porselen.
Ruang budaya tersebut juga menampilkan pencapaian teknologi China melalui miniatur kereta cepat, satelit, dan model kapal, memperkuat hubungan budaya dan edukasi antara China dan Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow