Apindo Apresiasi Penghapusan Posisi Kasir dan Sales dalam Program Magang Nasional
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa penghapusan posisi kasir dan sales operasional dari program Magang Nasional merupakan langkah positif untuk meningkatkan sistem pemagangan di Indonesia, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan kebijakan ini tepat jika ditempatkan dalam konteks pengembangan kompetensi peserta, bukan sekadar menjalankan pekerjaan operasional yang berulang. Menurut Shinta, program magang untuk lulusan perguruan tinggi idealnya memberikan pengalaman belajar dan pengembangan keterampilan yang relevan, bukan hanya pekerjaan dasar seperti kasir atau sales operasional.
"Jadi, yang harus kita lihat bukan semata-mata apakah ada atau tidak ada posisi 'kasir' atau 'sales', tetapi apakah posisi tersebut memberikan nilai pembelajaran yang substansial bagi peserta," ujar Shinta.
Shinta juga menekankan pentingnya fokus pemerintah dan penyelenggara magang pada penyediaan posisi yang memberikan pengalaman kerja, pendampingan, dan pengembangan keterampilan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kebutuhan industri modern. Apindo meminta publik membedakan posisi sales operasional dengan pekerjaan yang memiliki komponen pembelajaran bernilai tinggi, seperti pengembangan bisnis, analisis pasar, dan pemasaran digital.
"Posisi bernilai tinggi tersebut mencakup peran strategis, seperti pengembangan bisnis, analisis pasar, analitik konsumen, hingga pemasaran digital," kata Shinta. Apindo juga mengingatkan agar program magang tidak disalahgunakan sebagai sarana mengisi pekerjaan operasional tanpa nilai pembelajaran bagi lulusan perguruan tinggi.
"Langkah pengetatan terhadap posisi-posisi yang kurang relevan ini dinilai sebagai awal pembenahan yang baik," tambah Shinta. Namun, Shinta menegaskan keberhasilan program magang harus diukur dari aspek yang lebih luas, termasuk mentor kompeten, kurikulum jelas, evaluasi berkala, dan kesiapan peserta memasuki pasar kerja. "Tetapi indikator keberhasilannya harus lebih luas: apakah peserta mendapatkan mentor yang kompeten, apakah ada kurikulum dan learning outcomes yang jelas, apakah ada evaluasi berkala, apakah kompetensinya berkembang, dan yang paling penting, apakah setelah selesai mereka menjadi lebih siap masuk ke pasar kerja," ujar Shinta.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan memastikan posisi seperti admin, kasir, dan sales operasional tidak lagi termasuk dalam program Magang Nasional 2026 Angkatan 2.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemenaker, Darmawansyah, menyatakan pemerintah ingin posisi magang sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi, bukan pekerjaan operator. "Jabatan seperti misalnya front office, kasir itu sudah kita delete, kita tolak. Jadi memang benar-benar jabatan itu sesuai dengan kompetensi," ujar Darmawansyah. Selain itu, pengetatan posisi magang dilakukan melalui verifikasi berlapis, termasuk pemeriksaan kelayakan perusahaan dan kesesuaian posisi magang yang ditawarkan.
"Kalau perusahaannya layak tapi lowongannya tidak layak, kita delete," tegas Darmawansyah, yang juga menyebut animo penyelenggara magang kini besar sehingga proses verifikasi lebih mudah dilakukan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow