Bakti Komdigi Tegaskan Tidak Putus Internet di Wilayah Pelosok karena Efisiensi

Smallest Font
Largest Font

Bakti Komdigi menegaskan tidak pernah memutus layanan internet di wilayah pelosok dengan alasan efisiensi anggaran, melainkan penghentian layanan dilakukan hanya jika operator seluler komersial sudah masuk dan menyediakan layanan. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, pada Rabu (12/8/2026) di Jakarta, dilansir dari Detik iNET.

Fadhilah menyatakan bahwa langkah efisiensi sebenarnya positif karena investasi publik harus diarahkan pada kebutuhan yang memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Namun, penghentian layanan di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, bukan karena efisiensi pemerintah.

Bakti berperan sebagai perintis konektivitas di wilayah yang sebelumnya belum memiliki layanan telekomunikasi. Ketika operator seluler mulai masuk, Bakti harus mengurangi perannya.

"Jadi, Bakti tidak pernah memutuskan karena efisiensi, tapi karena sudah ada operator seluler yang sudah ada di sana. Bakti ini kan perintis, tapi kalau sudah ada operator masuk, masyarakat datang, kemudian ada layanan komersial datang, kami harus exit," ujar Fadhilah.

Strategi ini adalah bagian dari exit strategy yang dijalankan Bakti Komdigi sejak 2024, agar pemerintah tidak selamanya mengelola infrastruktur telekomunikasi jika ekosistem komersial sudah terbentuk.

Fadhilah menambahkan bahwa wilayah dengan tingkat kematangan tertentu akan ditawarkan kepada operator seluler dan mitra lain untuk mengambil alih pengelolaan infrastruktur tersebut.

Model ini memposisikan Bakti sebagai perintis untuk membuka akses di wilayah yang belum menarik secara bisnis. Setelah kebutuhan masyarakat tumbuh dan operator komersial masuk, pemerintah dapat melakukan exit secara bertahap.

"Keberhasilan pemerintah dalam Universal Service Obligation bukan diukur dari seberapa lama kami berada di sana, tetapi seberapa cepat kami bisa melakukan exit dari lokasi tersebut. Artinya, masyarakat sudah bisa mandiri," kata Fadhilah.

Keputusan exit tidak sembarangan, salah satu pertimbangannya adalah cakupan jaringan operator di wilayah tersebut. Meski ada bagian wilayah yang belum terjangkau sinyal, jika secara keseluruhan sudah tidak termasuk full blank spot, Bakti dapat melakukan exit.

Selama ini, Bakti Komdigi telah membangun infrastruktur untuk menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), termasuk 6.747 titik BTS 4G dan BTS USO, serta menyediakan akses internet gratis di lebih dari 31.864 titik layanan publik di seluruh Indonesia.

Bakti juga mengelola infrastruktur strategis seperti Palapa Ring yang membentang sekitar 12.148 kilometer dan melayani 131 titik Network Operation Center di 57 kabupaten/kota nonkomersial.

Konektivitas di wilayah sulit dijangkau juga diperkuat dengan Satelit Republik Indonesia (Satria-1) berkapasitas 150 Gbps, yang mendukung akses internet fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga pos TNI/Polri.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed