Kementerian Komdigi Percepat Penggelaran Jaringan 5G hingga Pelosok Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mempercepat pengembangan jaringan 5G di Indonesia dengan target cakupan layanan mendekati nasional pada 2029, guna mendukung kebutuhan ekonomi digital berbasis kecerdasan artifisial (AI), dilansir dari Detik iNET.

Percepatan ini dilakukan dengan penggelaran spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang baru dilelang, sehingga operator seluler dapat menghadirkan layanan 5G secara lebih optimal dibandingkan sebelumnya yang masih berbagi spektrum untuk 4G.

Komdigi berkomitmen memperluas sinyal 5G hingga mencapai 51% cakupan nasional pada tahun kelima, dengan dukungan dari operator seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi, Ismail, mengatakan, "Roadmap 5G harus kita percepat. Kita berharap pada 2029 cakupan 5G di Indonesia terus berkembang sampai ke pelosok-pelosok tanah air. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut."

Ismail menambahkan pemerintah telah menyediakan spektrum dengan biaya lebih terjangkau dan menyiapkan regulasi untuk memberikan kepastian investasi jangka panjang di sektor telekomunikasi.

"Kami baru saja merilis spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dengan biaya yang lebih terjangkau dibanding sebelumnya. Pemerintah harus hadir memberikan ruang agar investasi infrastruktur digital dapat tumbuh lebih cepat," ujar Ismail.

Selain itu, Ismail mendorong transformasi model bisnis operator telekomunikasi agar infrastruktur digital tidak sekadar menyediakan konektivitas, tetapi juga menjadi penggerak solusi digital di berbagai sektor strategis seperti pertanian, pertambangan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, dan keuangan.

"Kita ingin operator tidak hanya menyediakan jaringan, tetapi juga menghadirkan solusi yang menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi," tambah Ismail.

Menurut Ismail, Indonesia memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat dengan jaringan serat optik nasional membentang lebih dari satu juta kilometer, termasuk kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai pulau.

Pengembangan selanjutnya akan difokuskan pada peningkatan kapasitas, kualitas, dan ketahanan jaringan untuk mendukung layanan digital generasi baru.

"Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI," kata Ismail.

Ismail juga menjelaskan bahwa perkembangan AI mengubah fokus pembangunan industri telekomunikasi dari hanya menyediakan kapasitas bandwidth menjadi menopang layanan AI cloud, komputasi berkinerja tinggi, Internet of Things, dan aplikasi digital produktif.

"Dulu operator menjual bandwidth. Sekarang infrastruktur harus mampu mendukung layanan AI cloud dan berbagai aplikasi produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri," pungkasnya.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow