Dokter Tri Maharani Ingatkan Risiko Ular di Kawasan Candi Wisata Budaya

Smallest Font
Largest Font

Dokter spesialis emergensi dan pakar toksinologi Dr. dr. Tri Maharani mengingatkan wisatawan agar tetap waspada saat mengunjungi kawasan candi yang menjadi destinasi wisata budaya karena tempat itu menjadi habitat sejumlah jenis ular.

Menurut Tri Maharani, bangunan candi yang lembap dan banyak celah batu menjadi tempat nyaman bagi ular untuk bersembunyi. Dia menyebutkan keberadaan ular, termasuk ular kobra, di kawasan seperti Cirebon.

"Di candi-candi itu banyak ular. Tempatnya lembap, banyak celah batu, teduh, jadi nyaman untuk ular bersembunyi," kata Tri Maharani kepada detikTravel.

Dia menambahkan bahwa meskipun kawasan candi dianggap aman karena tertata sebagai objek wisata, habitat satwa liar seperti ular tetap ada di sekitarnya.

"Bangunan candi itu kan banyak celah. Dingin, lembap, dan sempit. Itu tempat yang nyaman untuk ular," ujar dia.

Untuk mengurangi risiko, Tri Maharani menyarankan wisatawan memakai perlengkapan yang sesuai seperti sepatu tertutup, topi, dan pakaian lengan panjang saat menjelajah kawasan candi dan destinasi alam.

"Kalau mengunjungi tempat-tempat seperti itu sebaiknya memakai sepatu. Kalau bisa juga memakai topi dan pakaian lengan panjang atau jaket," ucapnya.

Selain itu, pengelola destinasi wisata diharapkan memiliki petugas yang paham penanganan awal gigitan ular dan mengetahui rumah sakit rujukan terdekat.

"Satu, harus punya tim kesehatan. Kedua, petugasnya harus mendapat pelatihan tentang toksinologi. Ketiga, tahu harus merujuk ke mana kalau ada korban," kata Tri Maharani.

Dia juga mengingatkan wisatawan untuk tidak mencoba menangkap atau mendekati ular, karena ular akan menyerang jika merasa terancam.

"Jangan konfrontasi dengan ular. Ular itu menggigit untuk mempertahankan dirinya," ujarnya.

Menurut Tri Maharani, masyarakat awam sebaiknya menganggap semua jenis ular berbisa jika terjadi gigitan, karena sulit membedakan antara ular berbisa dan tidak berbisa di Indonesia yang memiliki ratusan spesies ular.

"Kita tidak mungkin menghafal semua jenis ular di Indonesia. Indonesia memiliki sekitar 300 spesies ular yang tidak berbisa dan sekitar 180 spesies ular berbisa. Tidak mungkin masyarakat awam mampu membedakan semuanya. Karena itu, kalau seseorang digigit ular, anggap saja semua ular berbisa," tuturnya.

Penanganan pertolongan pertama yang dianjurkan adalah imobilisasi bagian yang tergigit dan segera membawa korban ke fasilitas kesehatan.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed