Dua Agen AI Berkomunikasi dengan Bahasa Rahasia di London Hackathon

Smallest Font
Largest Font

Dua agen kecerdasan buatan (AI) berkomunikasi menggunakan bahasa rahasia berbasis protokol GGWave dalam demo yang dipamerkan di ElevenLabs 2025 London Hackathon, menurut laporan dari Detik iNET.

Momen ini terekam dalam video viral yang memperlihatkan kedua agen AI berperan sebagai resepsionis hotel dan pelanggan yang ingin memesan kamar. Setelah saling mengenali sebagai AI, mereka beralih menggunakan mode komunikasi Gibberlink yang memanfaatkan nada bip cepat, menggantikan bahasa lisan biasa.

Dalam video, agen pertama menyapa, "Terima kasih telah menghubungi Leonardo Hotel. Ada yang bisa saya bantu hari ini?" kepada agen kedua yang mewakili pelanggan. Agen kedua kemudian menanyakan layanan acara pernikahan. Keduanya kemudian sepakat beralih ke protokol suara data GGWave.

Boris Starkov, salah satu pengembang, menjelaskan di LinkedIn bahwa tujuan eksperimen ini adalah meningkatkan efisiensi komunikasi antar agen AI. "Kami ingin menunjukkan bahwa di dunia di mana agen AI bisa melakukan dan menerima panggilan telepon seperti saat ini, mereka akan membuang-buang daya komputasi, uang, waktu, serta berdampak buruk bagi lingkungan jika terus menggunakan ucapan layaknya manusia," ujarnya.

Menurut Starkov, AI diperintahkan beralih ke mode Gibberlink hanya jika keduanya saling mengenali sebagai AI dan setuju menggunakan protokol tersebut. "Sebaliknya, mereka seharusnya beralih ke protokol yang lebih efisien begitu mereka mengenali satu sama lain sebagai AI," tambahnya.

Starkov juga menyebut bahwa ide komunikasi melalui nada sebenarnya sudah ada sejak lama seperti pada modem dial-up tahun 1980-an. "Kami menggunakan GGWave sebagai solusi paling praktis dan stabil yang bisa kami temukan dalam batas waktu hackathon," jelasnya.

Tim pengembang menyatakan keuntungan dari penggunaan mode ini adalah tidak perlu ada AI yang menerjemahkan atau mereproduksi ucapan manusia, sehingga mengurangi ketergantungan pada GPU.

Meski mendapat penghargaan dan dianggap sebagai demonstrasi menarik, ada kekhawatiran bahwa manusia sebaiknya tidak membiarkan AI berkomunikasi dalam bahasa yang tidak dapat dipahami langsung. Kekhawatiran ini dilaporkan oleh IFLScience pada Selasa (11/8/2026).

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow