Persebaya Juara Piala Presiden 2026 dengan Nilai Sponsor Meningkat di Gianyar

Smallest Font
Largest Font

Persebaya Surabaya keluar sebagai juara Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis malam (6/8/2026), menurut dilansir dari Bola.

Final yang berlangsung ketat itu berakhir imbang 1-1 setelah 120 menit permainan, dengan drama adu penalti menjadi penentu gelar juara pertama Piala Presiden bagi Persebaya.

Dalam pertandingan, aspek fair play dan penggunaan teknologi VAR tampak berjalan beriringan. Wasit menggunakan VAR untuk meninjau pelanggaran Mariano Peralta yang berujung kartu merah pada menit ke-112, dan Peralta meninggalkan lapangan tanpa protes.

Keputusan VAR ini menegaskan pentingnya mekanisme tersebut dalam membantu wasit mengambil keputusan lebih tepat selama pertandingan, meskipun tetap memicu perdebatan dari sudut pandang suporter masing-masing tim.

Nilai sponsor Piala Presiden 2026 mengalami peningkatan signifikan dari Rp70 miliar di fase grup menjadi sekitar Rp90 miliar saat babak akhir, yang berdampak pada kenaikan hadiah juara menjadi Rp8 miliar. Hadiah untuk posisi kedua, ketiga, dan keempat juga naik masing-masing Rp500 juta.

Menurut dilansir dari Bola, perkembangan nilai sponsor ini menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap daya tarik kompetisi sepak bola nasional.

Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, mengungkapkan bahwa rating dan share Piala Presiden 2026 meningkat 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan rata-rata rating 4,3 persen dan audience share 24,5 persen.

"Piala Presiden tahun ini jauh lebih sukses ya menurut saya. Apalagi kalau dari saya sebagai official broadcaster melihat dari sisi kepemirsaan TV saja, itu meningkat 16 persen dibanding tahun lalu dan ini adalah paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Harsiwi Achmad.

Meski semifinal dan final berlangsung tanpa penonton di stadion karena rekomendasi keamanan, antusiasme masyarakat tetap tinggi melalui layar televisi dan media digital.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa kehadiran penonton berada di luar kewenangan panitia dan merupakan keputusan otoritas daerah penyelenggara.

"Kehadiran penonton berada di luar kewenangan kami karena berkaitan dengan otoritas di daerah penyelenggara. Kami usahakan, kami perjuangkan, dan doakan," ujar Maruarar Sirait.

Maruarar juga menegaskan pentingnya menerima kritik sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan.

"Kami semua harus bisa menerima masukan, termasuk kritik, karena semua itu tidak ada yang sempurna dan kritik itu jangan hanya didengar, tapi diperbaiki," katanya.

Selain itu, Piala Presiden 2026 juga menampilkan keberlanjutan turnamen dengan melibatkan audit independen, tata kelola yang baik, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan UMKM di tiga kota, yaitu Bandung, Surabaya, dan Bali, sebagai bagian dari penyelenggaraan.

Upaya tersebut menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan selama turnamen.

Trofi yang diangkat Persebaya menjadi simbol kemenangan, tetapi keberhasilan jangka panjang Piala Presiden diukur dari kepercayaan yang berhasil dibangun antara publik, klub, sponsor, dan ekosistem sepak bola di Indonesia.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow