IHSG Turun 1,08 Persen Terdorong Sentimen APBN dan Revisi MSCI

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 1,08% hingga menyentuh level 6.306 pada perdagangan Kamis pagi, 13 Agustus 2026, terdorong sentimen menunggu pidato Presiden Prabowo terkait RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, serta dampak revisi indeks MSCI.

IHSG sempat jatuh ke level terendah 6.293 dengan volume transaksi mencapai 8,7 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp4,1 triliun, frekuensi transaksi mencapai 588 ribu kali. Sebanyak 370 saham melemah, 164 saham naik, dan 191 saham stagnan, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Beberapa sektor berat seperti barang baku, energi, dan konsumen mencatat penurunan signifikan masing-masing sebesar 2,22%, 1,63%, dan 1,11%. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 1,31% ke posisi 625,5.

Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa pelemahan IHSG disebabkan oleh sentimen wait and see menjelang pidato Presiden Prabowo yang akan menyampaikan RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan.

"Penyampaian tersebut akan menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menjabarkan arah kebijakan fiskal dan anggaran tahun depan," ujar Phintraco Sekuritas.

Investor berharap anggaran dialokasikan secara efektif dan mengurangi kebijakan populis agar target defisit RAPBN 2027 sebesar 1,8-2,4% dari PDB dapat tercapai.

Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa hasil review MSCI pada Agustus tidak menambah saham baru ke Global Standard Index maupun Small Cap Index, selain adanya downgrade saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dari Global Standard Index ke Small Cap Index dan penghapusan sembilan emiten dari Small Cap Index.

"Dengan demikian, Indonesia tetap berada dalam kategori Emerging Markets," tulis Mirae Asset Sekuritas.

Mirae Asset juga menyoroti bahwa tidak adanya saham baru di indeks MSCI membatasi potensi dana masuk pasif, dan saham yang mengalami penurunan kelas atau keluar dari indeks berpotensi menghadapi tekanan jual seiring penyesuaian portofolio dana pasif dan ETF.

"Saham yang dikeluarkan ataupun mengalami penurunan kelas indeks berpotensi menghadapi tekanan jual, seiring penyesuaian portofolio passive fund dan ETF yang mengikuti benchmark MSCI," kata Phintraco Sekuritas.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow