Jenazah

Smallest Font
Largest Font

Jenazah seorang pendaki yang dikenal dengan julukan "Green Boots" yang membeku selama 30 tahun di Gunung Everest berpeluang dievakuasi oleh Pemerintah India melalui tim penyelamat khusus di ketinggian ekstrem, dilansir dari Detik Health.

Jenazah tersebut diyakini milik Dorje Morup, pendaki asal India yang meninggal akibat badai salju saat turun dari puncak Everest pada 1996. Meski telah berada di lapisan es selama tiga dekade, jenazah ini tetap utuh tanpa pembusukan alami.

Lebih dari 200 jenazah pendaki berada di zona ketinggian Gunung Everest, di mana suhu udara di atas 6.000 meter hampir selalu di bawah titik beku. Kondisi ini menyebabkan pembusukan jaringan tubuh terhenti karena suhu dingin ekstrim, kelembapan rendah, dan minimnya organisme pengurai.

Suhu dingin menyebabkan aktivitas bakteri pembusuk tidak dapat bertahan, udara kering memicu proses mumi alami dengan menyedot kadar air dari jaringan tubuh, serta oksigen yang sangat tipis membuat hewan pemakan bangkai tidak bisa hidup di sana.

Fenomena ini menjelaskan mengapa struktur wajah dan fisik jenazah di Everest tetap dikenali setelah puluhan tahun.

Penelitian ilmiah juga mendukung temuan ini. Ilmuwan forensik Lavinia Iancu dan Noemi Procopio dari University of North Dakota mempelajari jenazah di lingkungan dengan suhu minus 40 derajat Celsius dan menemukan bahwa parameter kematian tradisional tidak berlaku di suhu dingin.

"Tubuh mendingin jauh lebih cepat dalam kondisi dingin, yang dapat membiaskan perkiraan waktu kematian (post-mortem interval) jika hanya mendasarkan pada suhu tubuh," ujar Lavinia Iancu.

Beberapa perubahan post-mortem di lingkungan dingin meliputi penundaan awal kaku mayat (rigor mortis) dan durasi yang berlangsung lebih lama, serta terhentinya dekomposisi karena pembekuan cairan seluler.

Selain itu, tumpukan salju yang menutupi jenazah bertindak sebagai isolator, sehingga laju pembusukan lebih lambat dibandingkan jenazah yang terpapar udara terbuka langsung.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed