Kemenkes Buka Beasiswa S1 Kedokteran di Jepang dengan Fasilitas Lengkap
Kementerian Kesehatan membuka kesempatan beasiswa untuk program S1 Kedokteran di Jepang, khususnya di International University of Health and Welfare (IUHW). Penerima beasiswa akan menjalani pendidikan kedokteran selama enam tahun di universitas yang fokus pada bidang kesehatan, kedokteran, dan kesejahteraan sosial ini. Setelah menyelesaikan kuliah, peserta diwajibkan mengikuti National Examination for Medical Practitioners dalam bahasa Jepang dan menjalani residensi selama dua tahun sebelum kembali ke Indonesia.
Beasiswa ini mencakup beberapa fasilitas penting, antara lain pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan untuk meningkatkan kemampuan bahasa peserta.
Biaya pendaftaran, biaya kuliah selama enam tahun, biaya laboratorium, materi pembelajaran, dan pelatihan lainnya ditanggung penuh oleh beasiswa ini. Penerima juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal berupa kamar asrama tunggal di Narita International House dan makan dua kali sehari di kafetaria kampus.
Selain itu, peserta beasiswa memperoleh uang saku bulanan yang mendukung kebutuhan selama masa studi.
Syarat Mendapatkan Beasiswa
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima antara lain mahasiswa aktif semester Gasal 2026/2027 pada fakultas kedokteran, dengan prioritas mahasiswa baru dan tahun kedua.
Kandidat harus memiliki prestasi akademik yang baik serta mendapatkan rekomendasi dari kampus asal.
Kemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, juga menjadi salah satu syarat penting yang harus dimiliki.
Kuota Beasiswa per Universitas Mitra
Beasiswa ini bekerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia dengan kuota sebagai berikut:
- Universitas Airlangga: 6 orang
- Universitas Diponegoro: 2 orang
- UIN Alauddin Makassar: 1 orang
- Universitas Jenderal Achmad Yani: 1 orang
- Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai: 1 orang
- Universitas Indonesia: 5 orang
- Universitas Hasanuddin: 2 orang
- Universitas Abdurrab: 1 orang
- Universitas Karya Husada Semarang: 1 orang
- Universitas Papua: 1 orang
- Universitas Padjadjaran: 5 orang
- Universitas Jember: 2 orang
- Universitas Ahmad Dahlan: 1 orang
- Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya: 1 orang
Informasi ini dikutip dari Detikcom sebagai sumber yang memuat data resmi dari Kementerian Kesehatan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow