Pemerintah Jateng Berikan Beasiswa untuk Santri dan Pengasuh Pesantren 2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka program beasiswa untuk santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 sebagai dukungan pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di wilayah tersebut, dilansir dari Detikcom.

Program beasiswa ini tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga mendukung pengembangan kemampuan santri di berbagai bidang ilmu. Pada tahun ini, total hibah beasiswa mencapai Rp8,34 miliar dengan 73 penerima manfaat.

Rinciannya, terdapat 15 penerima beasiswa untuk studi luar negeri, 27 santri untuk beasiswa dalam negeri, dan 31 pengasuh pondok pesantren juga menerima beasiswa dalam negeri. Penerima beasiswa luar negeri meliputi santri bidang saintek ke China, ke Mesir untuk kedokteran dan keislaman di Al-Azhar, serta ke Yaman dan program double degree.

Salah satu penerima beasiswa adalah Aqila Keisha Haulina, santri asal Kudus yang kini menempuh pendidikan di Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Aqila sebelumnya bersekolah di MTs Tahfidz Yanbu'ul Qur'an 2 Muria dan MA Mu'allimat NU Kudus.

Aqila menghadapi tantangan biaya kuliah sebelum mendapat beasiswa, yang membantunya meringankan beban orang tua. Ia berharap kelak menjadi dokter gigi yang profesional dan menjunjung nilai agama serta kemanusiaan.

"Saya berharap bisa menjadi dokter gigi yang adil, yang sungguh-sungguh, dan tidak melupakan ajaran agama yang sudah saya bawa sebelumnya dengan tetap menerapkan sisi kemanusiaan," ujar Aqila dalam keterangan tertulis Pemprov Jateng, Rabu (12/8/2026).

Aqila juga mengapresiasi program beasiswa dan berharap cakupan jurusan serta jumlah penerima dapat diperluas di masa depan. Ia berencana mengabdikan ilmunya di Pondok Pesantren El Fat El Islami Kudus dan mengajak santri lain untuk berani bermimpi tinggi.

Penerima lain, Akhmad Khafidz Al Mubarok, melanjutkan studi S1 bidang Saintek di Dalian University of Technology, China. Ia memilih jurusan computer science and technology karena minat sejak kecil dan ingin mendalami teknologi di pusatnya.

"Sangat bahagia karena bisa membantu perekonomian orang tua. Pilih jurusan computer science and technology karena dari kecil sudah minat dan ingin mendalaminya di salah satu pusat teknologi yaitu China," kata Akhmad.

Program beasiswa ini merupakan bagian dari program Pesantren Obah yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, disalurkan melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP).

Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan harapannya agar para santri memiliki kepercayaan diri dan nilai lebih, termasuk toleransi beragama dan aturan kebenaran.

"Saya ngasih beasiswa ke kelompok mahasiswa itu biasa, tetapi santri ini luar biasa karena mempunyai nilai lebih dari yang bukan santri, santri diajarkan tentang toleransi beragama dan apapun tentang aturan kebenaran," kata Luthfi.

Ia menambahkan program ini harus terus dikembangkan dan menjadi contoh agar kabupaten/kota juga ikut serta dalam pemberdayaan pesantren secara menyeluruh.

Selain penyaluran beasiswa, Pemprov Jawa Tengah melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan 24 Ma'had Aly sebagai pendidikan tinggi di lingkungan pondok pesantren.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed