Kioxia Bangun Pabrik Chip Baru di Jepang untuk Dukung AI
Kioxia Holdings Corp. sedang membangun pabrik chip memori baru di Prefektur Iwate, Jepang utara, sebagai upaya memperbesar kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan yang meningkat akibat layanan kecerdasan buatan (AI), dikutip dari Bloombergtechnoz.
Fasilitas ini akan menjadi pabrik ketiga di lokasi tersebut dan berfokus pada produksi chip memori flash 3D berkapasitas tinggi yang dirancang untuk mengelola beban kerja besar dari aplikasi AI.
Investasi ini dilakukan bersama mitra manufaktur Sandisk Corp. sebagai respons terhadap tekanan global yang menuntut peningkatan produksi chip dan meredakan kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga elektronik.
Kenaikan harga komponen memori dan penyimpanan yang vital untuk pusat data berdampak pada margin keuntungan berbagai perusahaan besar, termasuk Nvidia dan produsen perangkat seluler serta otomotif.
Dalam konferensi pers setelah laporan keuangan, pihak Nvidia juga memperingatkan adanya kendala pasokan yang berpotensi menekan margin laba perusahaan.
Kioxia dan Sandisk berencana mengajukan subsidi ke pemerintah Jepang untuk mendukung proyek ini, yang belum diumumkan secara resmi dan masih bersifat rahasia.
Saham Kioxia sempat naik hingga 6,9% di pasar Tokyo setelah kabar pembangunan pabrik baru ini tersebar. CEO Kioxia Hiroo Ota dan CEO Sandisk David Goeckeler dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Sanae Takaichi pada hari pengumuman.
Perusahaan teknologi besar seperti Alphabet dan Meta juga tengah mengamankan kontrak jangka panjang untuk kebutuhan memori pusat data, mendorong persaingan investasi modal yang besar dari produsen asal Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix.
Selain itu, perusahaan China, Yangtze Memory Technologies Co., terus memperluas pangsa pasar untuk produk konsumen dengan margin keuntungan yang lebih rendah.
Harga saham Kioxia sempat menurun tajam sejak Juni karena kekhawatiran investasi yang berlebihan di tengah potensi kelebihan pasokan chip di masa depan.
Analis Citi, Takero Fujiwara, menyatakan bahwa Kioxia memiliki kemampuan finansial untuk membiayai investasi miliaran dolar, yang menandakan adanya kontrak jangka panjang dengan permintaan kuat hingga setidaknya tahun 2028.
Jepang sendiri memberikan dukungan keuangan bagi produsen chip yang memiliki pabrik di negara tersebut, termasuk Taiwan Semiconductor Manufacturing Co., Sony Group Corp., dan Micron Technology Inc., untuk mengembalikan posisi kepemimpinan di industri semikonduktor dunia.
Kioxia baru-baru ini mulai mengirim chip memori flash BiCS generasi ke-10 dan berencana memproduksi chip NAND kelas atas untuk pusat data di pabrik Iwate, sementara fasilitas di Yokkaichi akan fokus pada chip untuk produk konsumen seperti smartphone.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow