LaLiga Dorong Transformasi Sepak Bola Melalui Teknologi dan AI
LaLiga meluncurkan laporan tahunan "Tech Powerhouse 2026" yang mengulas bagaimana teknologi dan inovasi, terutama kecerdasan buatan (AI), akan mengubah sepak bola dalam satu dekade ke depan, dikutip dari Bola.
Dokumen ini dirancang untuk memandu klub serta organisasi olahraga dalam menghadapi perubahan besar, dengan fokus pada peningkatan operasional dan pengalaman penggemar.
Presiden LaLiga, Javier Tebas, menegaskan bahwa AI kini menjadi kapabilitas strategis yang sangat penting untuk pertumbuhan klub dan nilai bagi para penggemar. LaLiga telah berinvestasi intensif di bidang teknologi selama lebih dari sepuluh tahun.
Dalam laporan tersebut, LaLiga menyoroti teknologi Agent-based AI yang mampu mengotomatisasi proses kompleks di organisasi olahraga. Selain itu, teknologi Digital Twins juga mendapatkan perhatian karena kemampuannya mengoptimalkan kinerja pemain dan meningkatkan interaksi di stadion.
Perkembangan stadion pintar yang semakin terkoneksi dan cerdas diperkirakan akan memengaruhi operasional pertandingan dan layanan pada hari pertandingan, memperkaya pengalaman penonton.
Aspek kedaulatan teknologi dan kontrol data menjadi semakin vital. Organisasi olahraga harus mempertahankan kendali atas aset digital mereka, terutama dengan hadirnya AI-powered hyper-personalisation yang memungkinkan pengalaman penggemar yang sangat disesuaikan.
Selama lebih dari satu dekade, LaLiga telah membangun strategi teknologi menyeluruh, termasuk pengembangan solusi teknologi internal dan memperluas praktik berbagi data antar klub.
Melalui Sportian, usaha patungan dengan Globant, LaLiga mengkomersialkan inovasi teknologi olahraga yang berasal dari ekosistemnya, mempercepat adopsi teknologi di berbagai pemangku kepentingan.
Di tingkat kompetisi, 42 klub profesional di bawah LaLiga kini menggunakan alat canggih, data, dan pelatihan relevan untuk mendukung pengambilan keputusan di dalam dan luar lapangan.
Komitmen terhadap inovasi juga diwujudkan dengan pelatihan AI bagi seluruh karyawan, yang mencakup pemanfaatan alat dan pemahaman regulasi Uni Eropa terkait tata kelola data modern.
Analisis membandingkan LaLiga sebagai ekosistem teknologi terdepan berkat pengembangan alat mandiri, demokratisasi data, serta rencana transformasi organisasi yang matang.
LaLiga telah bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi pencipta inovasi, mengolah data menjadi pengetahuan, serta menjadi penyedia solusi bagi organisasi olahraga lain.
Departemen Football Intelligence LaLiga diakui sebagai pusat penelitian terapan terkemuka di Eropa dalam bidang kinerja olahraga, menegaskan posisi LaLiga dalam peta inovasi sepak bola modern.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow