LPEM FEB UI Soroti Tantangan Lulusan Sarjana di Pasar Kerja Indonesia
Data dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) mengungkapkan sekitar 8 juta lulusan sarjana di Indonesia bekerja di posisi yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan mereka.
Laporan berjudul "Ketika Akses Pendidikan Tinggi Bertambah, Apakah Pasar Kerja Siap?" yang ditulis oleh Muhammad Hanri, PhD dan Nia Kurnia Sholihah, MD, tidak hanya menyoroti jumlah tersebut, tetapi juga mengidentifikasi lima bidang studi dengan tingkat pengangguran tertinggi di kalangan lulusan S1.
Temuan ini menjadi sangat penting dalam konteks pembangunan Universitas Republik Indonesia (URI) yang tengah digagas pemerintah. Laporan Labor Market Brief Volume 7, Nomor 7, Juli 2026, menekankan perlunya perencanaan program studi yang tidak hanya populer, tetapi juga menjawab kebutuhan kompetensi dan pasar kerja secara spesifik.
Fenomena lulusan sarjana yang bekerja di posisi di bawah standar pendidikan mereka menunjukkan ketidaksesuaian antara pertumbuhan tenaga kerja terdidik dengan penciptaan pekerjaan profesional berkeahlian tinggi. Selain itu, hubungan antara program pendidikan, kompetensi lulusan, dan kebutuhan dunia kerja masih kurang kuat.
Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025, jurusan manajemen mendominasi pengangguran lulusan S1 dengan porsi 10,3 persen. Selanjutnya, lima bidang studi yang menyumbang sekitar 40 persen pengangguran adalah:
- Manajemen: 10,3%
- Hukum: 9,0%
- Ekonomi: 8,7%
- Pendidikan: 7,1%
- Akuntansi: 5,1%
Pola ini memperlihatkan bahwa jurusan yang memiliki cakupan luas dan basis lulusan besar cenderung mendominasi pengangguran. Misalnya, manajemen mencakup pengelolaan organisasi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia, namun kenyataannya persaingan di pasar kerja tetap ketat.
Di sisi lain, lulusan pendidikan yang beragam program seperti guru, bahasa, dan vokasi menghadapi tantangan tersendiri yang berkaitan dengan pola rekrutmen dan kebutuhan wilayah.
Lulusan Informatika dan Tantangan Penyerapan Kerja
Terdapat pula perhatian pada lulusan ilmu komputer atau informatika yang mencapai 4,6 persen di antara pengangguran. Meskipun bidang ini dianggap prospektif, perubahan kebutuhan industri dan variasi mutu pendidikan mempengaruhi kemampuan lulusan untuk terserap pasar kerja.
Perlu dicatat, data ini hanya menunjukkan jumlah pengangguran berdasarkan bidang studi, bukan tingkat risiko pengangguran per program studi. Analisis lebih lanjut diperlukan dengan membandingkan jumlah pengangguran terhadap total lulusan setiap bidang.
Perluasan Pendidikan Tinggi yang Terarah
Peneliti LPEM FEB UI menegaskan bahwa perluasan pendidikan tinggi harus diarahkan dengan perencanaan matang. Keberadaan universitas baru harus memperhatikan program studi yang memang dibutuhkan serta kualitas mutu pendidikan dan keterkaitan dengan pengembangan ekonomi.
Tanpa perencanaan yang jelas, penambahan universitas bisa memperbesar jumlah lulusan tanpa meningkatkan peluang mereka memperoleh pekerjaan yang sesuai keterampilan dan pendidikan.
Peningkatan kualitas perguruan tinggi yang sudah ada, penguatan hubungan antara pendidikan dan dunia kerja, serta penciptaan lapangan kerja berkeahlian tinggi menjadi hal yang sama pentingnya dengan pendirian universitas baru.
Informasi ini dikutip dari Detikcom yang memuat hasil penelitian dan analisis LPEM FEB UI terkait kondisi pasar kerja bagi lulusan sarjana di Indonesia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow