Menteri ESDM Tegaskan Insentif Mobil Listrik Fokus Baterai Nikel
Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan insentif untuk kendaraan listrik akan difokuskan pada baterai jenis nickel manganese cobalt (NMC). Bahlil menjelaskan bahwa baterai NMC menjadi strategi utama untuk meningkatkan pasar kendaraan listrik di Indonesia, karena ketersediaan bahan baku nikel yang melimpah di dalam negeri. "Ke depan akan ke sana. (Insentif NMC menjadi) bagian salah satu strateginya," ujar Bahlil, dilansir dari Detik Oto.
Dia menegaskan baterai lithium iron phosphate (LFP) tidak menjadi prioritas dalam program insentif karena Indonesia tidak memiliki bahan baku untuk jenis baterai tersebut.
"Kalau jarak-jarak pendek itu LFP biasanya, tetapi kalau jarak panjang itu nikel masih lebih paten," kata Bahlil, menilai baterai berbasis nikel lebih unggul untuk perjalanan jauh. Indonesia saat ini tengah membangun ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel sebagai arah pengembangan mobil listrik nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pada Mei 2026 bahwa pemerintah sedang menyiapkan insentif kendaraan listrik untuk tahun ini. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan bahwa insentif ini akan terkait dengan pengembangan motor dan mobil listrik nasional.
Namun, realisasi insentif tersebut belum terjadi karena pemerintah masih mengkaji berbagai aspek untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri dan mendorong penjualan kendaraan listrik, tanpa kepastian kapan program ini akan diterapkan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow