MotoGP Bahas Sistem Jendela Transfer Pebalap untuk 2026
MotoGP mulai membahas penerapan sistem jendela transfer pebalap yang mirip dengan sepakbola, sebagai respons terhadap cepatnya bursa transfer yang terjadi sebelum musim berjalan, menurut Detik Oto.
Gagasan ini dibahas dalam rapat IRTA Management Council di Silverstone, dimana usulan menyatakan bahwa pabrikan dan tim hanya boleh secara resmi merekrut pebalap pada periode tertentu dalam satu musim, sehingga kontrak baru di luar periode tersebut tidak berlaku.
Pasar pebalap 2026 berlangsung sangat dini, dengan beberapa pebalap sudah menentukan masa depan sebelum musim dimulai. Fabio Quartararo, misalnya, sudah menentukan kepindahannya ke Honda sejak musim dingin, demikian juga Jorge Martin dan Pedro Acosta.
Pengumuman resmi memang dilakukan kemudian, tapi kesepakatan perpindahan sudah diketahui sejak awal. Situasi ini membuat perhatian pada bursa pebalap terkadang melebihi balapan itu sendiri.
Bagi tim, hal ini menimbulkan persoalan karena mereka bisa mengetahui pebalap akan pergi saat musim baru dimulai, yang berdampak pada pengembangan motor. Contohnya terlihat pada sesi tes di Brno untuk motor baru 850 cc yang akan dipakai mulai 2027, di mana hanya sebagian pebalap mendapat kesempatan menguji motor dan ban baru.
Jendela transfer dianggap solusi untuk mencegah kesepakatan terlalu awal, namun penerapannya sulit karena kesepakatan informal bisa saja terjadi di luar periode resmi, apalagi ekosistem MotoGP lebih kecil dan komunikasi antar pihak lebih dekat.
Menurut GPOne, Yamaha mendukung gagasan ini, sementara Ducati lebih skeptis. Ini menunjukkan bahwa konsep jendela transfer ala sepakbola masih memerlukan pembahasan panjang sebelum diterapkan di MotoGP.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow