Obesitas Tingkatkan Risiko Penyakit Serius di Indonesia

Smallest Font
Largest Font

Sekitar satu dari empat orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas yang dapat memicu risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes dan penyakit jantung, kata dr Riyanny Meisha Tarliman pada 14 Agustus 2026.

Data tersebut menunjukkan angka obesitas yang signifikan dan menjadi perhatian penting bagi kesehatan masyarakat, seperti dilansir dari Detik Health.

Obesitas tidak berdiri sendiri karena seringkali disertai dengan kondisi lain seperti diabetes dan penyakit jantung, yang menjadi penyebab utama kematian di dunia.

"Satu dari empat itu nggak sedikit. loh. Satu dari empat tuh banyak," ujar dr Riyanny Meisha Tarliman, Associate Director Medical and Regulatory Novo Nordisk.

"Obesitas itu adalah tidak berjalan sendirian. Dia itu bareng sama teman-temannya. Dia itu bisa ngajak diabetes, dia bisa ngajak penyakit jantung dan lain sebagainya. sehingga kita ketahui bersama bahwa diabetes dan penyakit jantung itu merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia gitu," lanjutnya.

Dia menekankan pentingnya menjaga obesitas agar kualitas hidup tetap terjaga dengan baik.

Sejalan dengan itu, dr Prinindita Artiara Dewi, SpGK, spesialis gizi klinis Rumah Sakit Brawijaya, menjelaskan obesitas adalah penyakit kronis yang berkembang perlahan akibat penumpukan lemak berlebih selama bertahun-tahun.

"Dan yang perlu dipahami lagi obesitas itu adalah kelebihan lemak," kata dr Prinindita.

Menurutnya, obesitas tidak hanya diukur dari berat atau tinggi badan saja, tetapi harus melihat komposisi tubuh terutama massa lemak untuk menentukan kondisi tersebut.

"Jadi tidak hanya sekedar kelebihan berat badan atau tinggi badan. Kita perlu melihat dari komposisi tubuhnya itu sendiri. Apakah terdapat kelebihan massa lemak di badannya? baru kita bisa sebut itu sebagai obesitas," tambahnya.

Obesitas juga dapat menimbulkan komplikasi serius yang memengaruhi kesehatan fisik dan mental, termasuk depresi, ansietas, dan gangguan persendian seperti lutut.

"Penyakit-penyakit yang memang kita tidak harapkan yang sesimpel misalnya dari depresi bahkan ansietas atau ada gangguan lutut biasanya keluhannya banyak sekali ya," ujar dr Prinindita lagi.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed