Pemerintah Jepang Tegaskan Hubungan Baik dengan Australia Meski Komentar PM Albanese
Pemerintah Jepang menegaskan hubungan baik antara Jepang dan Australia tetap terjaga meski komentar Perdana Menteri Australia Anthony Albanese soal hadiah melon dari PM Jepang Sanae Takaichi memicu kontroversi, dilansir dari Detikcom.
Pernyataan resmi pemerintah Jepang menyatakan bahwa pihak Australia telah menginformasikan bahwa komentar Albanese tidak disampaikan sesuai pemberitaan. Jamuan makan malam yang diadakan saat kunjungan PM Takaichi ke Australia pada Mei lalu berlangsung dalam suasana santai dan membangun kepercayaan pribadi antar kedua pemimpin.
Dalam wawancara podcast "Bush Deep" bulan lalu, Albanese menyebut hadiah melon Jepang dari PM Takaichi sebagai hadiah diplomatik paling aneh dan mengundang kehebohan. Ia juga membuat komentar bercanda tentang membawa sepasang melon saat melewati bea cukai Australia.
"Dia datang dengan penampilan mirip Pamela Anderson," ujar host podcast menimpali komentar Albanese.
Komentar tersebut memicu kecaman dari lawan politik Albanese dan desakan permintaan maaf atas lelucon yang dianggap menghina.
Namun saat ditanya di parlemen, Albanese menolak anggapan bahwa komentarnya tidak sopan.
"Saya menolak anggapan yang terkandung dalam pernyataan tersebut," kata Albanese.
Reaksi keras juga datang dari pengguna media sosial di Jepang yang menilai komentar Albanese tidak menghormati PM Takaichi, perempuan pertama yang menjabat sebagai PM Jepang. Beberapa menilai hal itu sebagai penghinaan terhadap buah melon Jepang yang bernilai tinggi sekitar 30.000 Yen (Rp 3,3 juta).
"Komentar orang ini sungguh tidak masuk akal. Terlebih lagi, hal itu menunjukkan anggapannya bahwa sah-sah saja memperlakukan Takaichi -- atau bahkan Jepang -- dengan cara sekasar itu," tulis pengguna media sosial Jepang.
Pengguna lain mengingatkan bahwa buah-buahan Australia tidak bisa disamakan dengan buah Jepang dan menyayangkan ketidaktahuan tersebut.
"Jangan pernah berpikir bahwa buah-buahan Australia itu sama dengan buah-buahan kami. Ketidaktahuan seperti itu sungguh menyedihkan," tulis pengguna lainnya di media sosial Jepang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow