Pemkot Pontianak Terapkan Pembelajaran Daring Akibat Kabut Asap Karhutla
Pemerintah Kota Pontianak memberlakukan pembelajaran daring bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP sejak 10 Agustus menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dilansir dari Bloombergtechnoz. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan kabut asap terasa terutama malam hingga pagi hari, dengan kualitas udara di Kecamatan Pontianak Tenggara sempat masuk kategori kurang sehat. "Kita sudah mulai merasakan, terutama pada malam dan pagi hari, kabut asap sudah menyelimuti Kota Pontianak," ujar Edi.
Pemkot Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran agar pembelajaran tatap muka dialihkan ke daring untuk siswa di bawah kewenangan Pemkot.
"Mulai hari ini, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak dibuat surat edaran untuk siswa TK, PAUD, SD, dan SMP agar tidak belajar tatap muka di sekolah, tetapi melalui daring," tambahnya. Kebijakan ini akan dievaluasi sesuai perkembangan kualitas udara. Jika kualitas udara membaik ke kategori sedang, pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan.
Kabut asap juga berdampak pada kesehatan masyarakat, dengan laporan sementara kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pontianak naik sekitar 5%. "Nanti kita akan cek lagi separah apa pengaruhnya terhadap penderita ISPA," ujar Edi.
Pemkot telah meminta Dinas Kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit siaga menghadapi potensi peningkatan gangguan pernapasan dan menyiapkan oksigen bagi yang membutuhkan. Masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan mengurangi aktivitas luar ruangan terutama malam dan pagi hari. Kabut asap berasal dari titik kebakaran dalam dan luar kota, termasuk wilayah Ketapang, Kubu Raya, Kayong Utara, dan Landak di Kalimantan Barat.
Tercatat 4.041 titik panas di Kalimantan Barat, dengan 3.560 titik di tingkat menengah dan 352 di tingkat tinggi.
Di Pontianak, pemadaman api masih berjalan di beberapa titik seperti Jalan Sepakat II Ujung dan Pontianak Utara. "Ini terus kita padamkan sampai benar-benar tidak ada lagi bara di bawah," kata Edi. Arah angin membawa asap ke Kota Pontianak sehingga udara terdampak, risiko meningkat pada musim kemarau saat lahan gambut mudah terbakar.
Pemkot telah menetapkan status darurat karhutla untuk memperkuat koordinasi penanganan bersama pemerintah provinsi, pusat, Forkopimda, dan pihak swasta.
Edi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, karena lahan gambut sulit dipadamkan. "Lahan gambut kalau sudah terbakar sulit dipadamkan. Tidak cukup hanya disiram, tetapi harus benar-benar dibasahkan," tegasnya.
Pemkot bersama pihak terkait juga melakukan investigasi terhadap lahan terbakar, dan jika ditemukan unsur kesengajaan, pelaku akan diproses sesuai hukum.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow