Pemerintah Malaysia Akui Celah Keamanan Bandara Usai Kasus Penyelundupan Narkoba
Pemerintah Malaysia mengakui adanya celah dalam sistem pemeriksaan barang di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) setelah seorang pilot Malaysia Airlines tertangkap membawa 26 kg narkoba saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.
Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail, mengatakan mesin pemindai di KLIA sebenarnya mampu mendeteksi barang selundupan seperti narkoba, namun pemeriksaan lebih berfokus pada pendeteksian senjata api dan bahan peledak.
Saifuddin menjelaskan bahwa pemeriksaan bagasi di KLIA dilakukan oleh Aviation Security dengan bantuan polisi dari Malaysia Airports Holdings Bhd sesuai standar internasional Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), tetapi protokol lebih memprioritaskan senjata.
"Ini merupakan insiden penyelundupan. Ini bukan masalah kekurangan dari sisi mesin pemindai. Kami telah mendapat penjelasan dari Direktur Jenderal Malaysia Border Control and Protection Agency, Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain, bahwa mesin pemindai kami memiliki kemampuan penuh," ujar Saifuddin pada acara di Dataran Putrajaya, Sabtu (8/8).
"Hanya saja, cakupan pemeriksaan lebih berfokus pada senjata. Jadi, meskipun barang selundupan terdeteksi, ini merupakan area yang perlu diperbaiki, terutama dari sisi keahlian petugas yang melakukan pemeriksaan," tambahnya.
Saifuddin menyatakan pemerintah Malaysia terbuka untuk mengadopsi peralatan pemeriksaan bandara yang lebih canggih di masa depan, meski mesin yang ada kini sudah memiliki kemampuan deteksi tinggi.
"Apakah ke depannya kami akan tetap menggunakan mesin yang ada saat ini? Tentu tidak. Ada berbagai jenis peralatan yang lebih canggih untuk sistem pemeriksaan di pintu masuk bandara dengan kemampuan yang jauh lebih tinggi. Jadi, kami selalu terbuka untuk mengadopsi jenis peralatan baru," kata Saifuddin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow