Pemprov Riau Kendalikan Kebakaran Hutan dengan Kolaborasi Satgas Karhutla
Pemerintah Provinsi Riau menyatakan kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya masih terkendali berkat kolaborasi Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat, dilansir dari Detikcom, Jumat (7/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal menyebutkan penanganan karhutla di beberapa wilayah sudah dilakukan oleh Satgas Darat dan Udara. Upaya pemadaman juga dibantu dengan lima unit heli water bombing dan helikopter patroli untuk lokasi yang sulit dijangkau.
BPBD Riau telah menebar 11 ton garam dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pelalawan dan Siak, yang berhasil memicu hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah.
"Penanganan karhutla di Riau sejauh ini terkendali. Memang ada beberapa wilayah terbakar, namun sudah ditangani Satgas Darat dan Udara," ujar Edy Afrizal.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan kolaborasi berbagai instansi dan masyarakat menjadi kunci pengendalian karhutla.
"Kami Pemprov Riau bersama TNI, Polri, BPBD Kabupaten/Kota, Manggala Agni dan sejumlah perusahaan terus berkolaborasi di lapangan. Termasuk masyarakat peduli api, relawan turun bersama," kata SF Hariyanto.
SF Hariyanto juga menjelaskan bahwa OMC dilakukan sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 bantuan BNPB untuk menyemai garam ke langit Riau.
"Total sudah 11 ton NaCl ditebar dalam rangka OMC di Pelalawan dan Siak. Alhamdulillah sudah ada hujan di beberapa wilayah dengan intensitas ringan hingga sedang," ujar Edy Afrizal.
Beberapa wilayah yang menerima hujan pasca-OMC antara lain Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Riau, dan Rokan Hilir. Hujan ini membantu mengurangi intensitas panas dan mengendalikan karhutla di wilayah tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow