Penembakan di Sekolah Nonthaburi Tewaskan Enam Orang
Penembakan yang terjadi pada Jumat di sebuah sekolah di Nonthaburi, pinggiran utara Bangkok, menyebabkan enam orang meninggal dan sejumlah lainnya terluka, termasuk siswa dan guru, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Juru bicara Kepolisian Kerajaan Thailand, Trairong Phiwphan, menyatakan jumlah korban masih bisa berubah karena aparat masih menangani situasi tersebut. Beberapa korban mengalami cedera serius.
Video dan foto di media sosial menunjukkan para siswa berlari keluar kelas, berlindung di bawah meja, dan memanjat jendela bangunan saat penembakan berlangsung.
Beberapa stasiun televisi Thailand menayangkan rekaman yang diduga menunjukkan pelaku berjalan di lorong sekolah. Pelaku diduga merupakan siswa sekolah tersebut.
Menurut surat kabar Thailand Khaosod, tiga siswa dan tiga guru tewas, sementara belasan lainnya terluka. Pelaku juga ditemukan tewas setelah insiden tersebut.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul menyatakan kesedihan mendalam atas peristiwa itu. "Ini adalah tragedi yang mengerikan. Ini seharusnya tidak pernah terjadi," ujar Anutin kepada wartawan pada Jumat.
Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata api sipil tertinggi di Asia Tenggara, dengan kekerasan bersenjata yang lebih sering dibanding negara tetangga. Namun, penembakan di sekolah masih jarang terjadi.
Beberapa penembakan massal sebelumnya termasuk serangan 2020 oleh seorang tentara di pusat perbelanjaan Nakhon Ratchasima yang menewaskan sekitar 30 orang, serangan 2022 di pusat penitipan anak yang menewaskan puluhan anak, dan penembakan 2023 di pusat perbelanjaan Siam Paragon di Bangkok yang menewaskan tiga orang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow