Indonesia Tetapkan Perilaku Tidak Layak Hadapi Era Globalisasi 2026

Smallest Font
Largest Font

Indonesia menegaskan bahwa pada 18 Agustus 2026 perilaku yang tidak boleh dikembangkan dalam menghadapi era globalisasi meliputi sekularisme, diskriminasi, intoleransi, korupsi, dan eksploitasi lingkungan. Sikap ini mengancam persatuan bangsa dan keberlanjutan sosial-ekonomi di tanah air.

Perilaku negatif tersebut berpotensi memecah belah masyarakat hingga melemahkan sistem pemerintahan. Korupsi dan penipuan menjadi ancaman nyata yang menimbulkan ketidakadilan sosial dan menurunkan kepercayaan publik sekaligus investasi. Diskriminasi dan intoleransi memperparah kondisi sosial dengan menghambat kerja sama dan inovasi.

Sekularisme yang berlebihan, terutama pemisahan agama dari urusan negara dan masyarakat, tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini dapat memicu krisis moral dan meningkatkan kriminalitas serta penyalahgunaan narkoba, menurut laporan dari beberapa sumber pendidikan dan budaya nasional.

Sekularisme dan Krisis Moral

Sekularisme dianggap membahayakan karena melemahkan identitas bangsa dan nilai agama yang menjadi landasan moral masyarakat Indonesia. Negara berdasarkan Pancasila menolak paham ini untuk menjaga persatuan dan nilai luhur bangsa.

Diskriminasi dan Intoleransi

Perilaku diskriminatif dan intoleran dapat menghambat integrasi sosial dan kolaborasi antar kelompok masyarakat. Dampak langsungnya adalah terjadinya konflik sosial yang merugikan stabilitas nasional.

Korupsi dan Penipuan

Korupsi menjadi hambatan besar dalam pembangunan karena menggerus kepercayaan masyarakat dan menimbulkan ketidakadilan. Penipuan juga merusak sistem pemerintahan dan merugikan masyarakat luas.

Langkah Mengatasi Perilaku Negatif Globalisasi

Pendidikan nilai moral sejak dini dan sosialisasi budaya menjadi langkah utama menghadapi pengaruh negatif globalisasi. Seleksi nilai asing secara kritis dan penegakan hukum yang transparan juga sangat penting.

Selain itu, sikap positif seperti keterbukaan, adaptif, antisipatif, dan menumbuhkan nasionalisme harus dikembangkan guna menjaga identitas bangsa dan menghadapi perubahan global.

Data dan Fakta Pendukung

Berdasarkan data terbaru dari beberapa sumber edukasi dan budaya, sikap tertutup, waswas, dan acuh tak acuh juga termasuk perilaku yang tidak dianjurkan di era globalisasi. Eksploitasi lingkungan yang tidak bertanggung jawab mengancam keberlanjutan masa depan global dan lokal.

Perilaku NegatifDampak
Sekularisme berlebihanKrisis moral, kriminalitas meningkat
Diskriminasi dan intoleransiMemecah belah masyarakat, hambat inovasi
Korupsi dan penipuanKetidakadilan sosial, melemahkan pemerintahan
Eksploitasi lingkunganAncaman keberlanjutan global
  • Pendidikan nilai moral sejak dini
  • Sosialisasi budaya dan seleksi nilai asing
  • Penegakan hukum dan transparansi
  • Sikap terbuka, adaptif, dan nasionalisme
"Sekularisme yang berlebihan dapat merusak nilai-nilai agama dan identitas bangsa, berpotensi memicu krisis moral dan kriminalitas," ujar sumber dari lembaga pendidikan budaya nasional.
GLOBALISASI DAN SIKAP DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI | Adani Aruf najib

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed