Pemerintah Perkuat Strategi Konservasi Gajah Sumatera yang Terancam

Smallest Font
Largest Font

Populasi gajah di Sumatera mengalami penurunan drastis, dari 42 kantong habitat yang ada kini hanya tersisa 21 kantong. Kondisi ini menunjukkan tantangan berat dalam pelestarian satwa tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah memperkuat pelaksanaan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Gajah Sumatera sebagai pedoman utama dalam usaha perlindungan dan pemulihan populasi serta habitat gajah.

Raja Juli Antoni, Menteri Kehutanan, menekankan pentingnya pendekatan yang menggabungkan rasionalitas dan kepedulian terhadap makhluk hidup dalam konservasi gajah. Ia mengajak seluruh pihak untuk secara konsisten menjalankan strategi ini agar tidak hanya menjadi dokumen teori semata.

Implementasi SRAK diharapkan mampu meningkatkan populasi dan memperbaiki habitat gajah secara berkelanjutan, menjadi bagian penting dalam konservasi satwa di Indonesia.

Dukungan kuat juga datang dari Presiden Prabowo yang telah berkomitmen melalui proyek Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh dan penerbitan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Percepatan Perlindungan Populasi dan Habitat Gajah Sumatera dan Kalimantan.

Menurut Raja Juli Antoni, inisiatif tersebut berjalan dengan baik bersama mitra konservasi seperti WWF dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat sebagai langkah konkret menjaga kelangsungan hidup gajah.

Pemerintah juga mengupayakan pengurangan konflik antara manusia dan gajah, salah satunya melalui pembangunan pagar sepanjang lebih dari 100 kilometer di Taman Nasional Way Kambas. Langkah ini bertujuan meminimalisir kerusakan dan korban jiwa akibat benturan antara aktivitas manusia dan satwa liar.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed