Persebaya Raih Gelar Juara Piala Presiden 2026 di Bali
Persebaya Surabaya memenangkan Piala Presiden 2026 setelah mengalahkan Persib Bandung melalui adu penalti 6-5, setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis 6 Agustus 2026, seperti dilansir dari Bola.
Reza Arya menjadi pahlawan kemenangan dengan dua penyelamatan penalti penting. Persebaya meraih gelar juara Piala Presiden untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Gelandang Persebaya, Francisco Rivera, yang terpilih sebagai pemain terbaik turnamen, menyatakan kegembiraannya setelah pengalungan medali dan trofi.
"Saya senang sekali karena kami bisa memenangi Piala Presiden pertama kami. Saya juga menjadi pemain terbaik. Namun semua itu karena kerja keras seluruh pihak di Persebaya. Terima kasih," ujar Rivera.
Rivera juga mendedikasikan gelar juara kepada para pendukung Persebaya, Bonek dan Bonita, baik di Surabaya maupun seluruh Indonesia.
"Terima kasih untuk dukungannya. Trofi Piala Presiden ini untuk Bonek dan Bonita," tegas Rivera.
Kiper Reza Arya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga, teman, dan pendukung Persebaya.
"Alhamdulillah malam ini penantian panjang Persebaya untuk juara telah terwujud. Saya sangat berterima kasih kepada keluarga dan teman-teman, juga Bonek dan Bonita yang terus mendukung Persebaya," kata Reza.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengajak suporter untuk hadir di Stadion Gelora Bung Tomo pada 15 Agustus untuk pertandingan selanjutnya sebagai ungkapan terima kasih.
"Kami akan ada pertandingan dan ada cara terbaik untuk mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung," ujar Bernardo.
Di Surabaya, ribuan suporter Persebaya merayakan kemenangan ini dengan konvoi di jalan utama kota, menandai momen kebahagiaan yang telah lama dinanti.
Warga Surabaya, Fahrizal Arnas, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian ini dan harapan untuk prestasi berikutnya.
"Sangat menghibur, sebagai warga Surabaya, sudah lama Persebaya menanti trofi. Ini saatnya kami menanti prestasi-prestasi yang lainnya," kata Fahrizal.
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, menyatakan turnamen ini telah berkembang menjadi ajang bergengsi yang menunjukkan karakter klub dan nilai luhur.
"Bagi kami Piala Presiden bukan sekadar trofi, ini adalah nilai luhur yang harus kita pertahankan. Nilai sportivitas dalam setiap pertandingan, nilai tentang daya juang, nilai tentang keberlanjutan, konsistensi, kepedulian terhadap lingkungan, pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, dan keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan di setiap kota penyelenggara," ujar Maruarar.
Maruarar menambahkan bahwa kepercayaan menjadi nilai utama yang terus dibangun melalui tata kelola turnamen yang transparan, tanpa menggunakan dana APBN, APBD, maupun BUMN.
Piala Presiden 2026 mengusung delapan nilai utama dalam filosofi 'box to box', yakni sportivitas, daya juang, keberlanjutan, konsistensi, kepedulian lingkungan, ekonomi kerakyatan, kepercayaan, dan transparansi.
Turnamen ini juga memberi dampak positif bagi pelaku UMKM di kota penyelenggara dengan nilai transaksi mencapai Rp1,3 miliar di babak penyisihan grup. Selain itu, turnamen menghadirkan klub asing dari Thailand, Singapura, dan Brunei.
Riset ilmiah mendukung peran sepak bola dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakat, salah satunya studi di The European Journal of Comparative Economics dan survei lembaga riset Spanyol Sondea.
Piala Presiden lahir pada 2015 sebagai solusi saat sepak bola Indonesia dibekukan akibat sanksi FIFA dan kini menjadi tradisi tahunan yang dinanti suporter di seluruh Indonesia.
Data penonton televisi menunjukkan final Piala Presiden 2026 mencatat rekor tertinggi dengan TVR 8,9 persen dan share 45,3 persen.
Direktur SCM, Harsiwi Achmad, menyebutkan faktor utama kesuksesan turnamen adalah pemilihan klub dengan basis suporter besar dan pertandingan yang menarik.
"Faktor pertama adalah pemilihan klub dengan basis suporter besar, kemudian pertandingan yang berlangsung dengan sangat menarik. Para peserta serius mungkin karena hadiahnya luar biasa," ujar Harsiwi.
Meskipun turnamen usai, perjalanan pengembangan sepak bola Indonesia masih panjang dengan fokus pada pembinaan, infrastruktur, profesionalisme klub, dan prestasi Timnas Indonesia di kancah internasional.
Nilai-nilai yang diusung Piala Presiden diharapkan terus menjadi budaya sepak bola Indonesia dari musim ke musim dan stadion ke stadion.
"Kita tidak ada superman, yang ada superteam. Kekurangan menjadi tanggung jawab kami. Semoga Piala Presiden tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga harapan. Kita doakan, seperti harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto, Timnas Indonesia sampai di Piala Dunia dan nilai-nilai yang kita bangun ini menjadi milik rakyat Indonesia," tutup Maruarar Sirait.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow