Pilih Minuman Pagi yang Mendukung Kesehatan Ginjal

Smallest Font
Largest Font

Menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, salah satunya adalah memilih minuman yang dikonsumsi di pagi hari. Asupan cairan cukup penting agar tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi ginjal dalam menyaring limbah.

Air putih merupakan pilihan utama yang sangat bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. Menurut laman Health, air membantu ginjal berfungsi optimal dengan mengencerkan urine dan menekan hormon yang jika meningkat kronis dapat merusak ginjal.

Ahli gizi Caitlin Beale, MS, RDN, menyatakan, "Minum air putih bisa membantu mengencerkan urine dan menekan hormon, yang jika meningkat secara kronis dikaitkan dengan fungsi ginjal yang buruk." Air putih juga menjaga hidrasi tanpa memengaruhi kadar gula darah, berbeda dengan minuman manis yang berisiko memicu diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Kopi juga dapat dimasukkan dalam rutinitas pagi untuk mendukung kesehatan ginjal, selama konsumsi sirup dan gula dalam jumlah besar dihindari. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dan kafein terkait dengan risiko lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis.

Meski kafein dalam jumlah sedang aman bagi kebanyakan orang dewasa, konsumsi berlebihan bisa meningkatkan tekanan darah, yang berpotensi merusak pembuluh darah ginjal dalam jangka panjang.

Teh hijau tanpa pemanis juga menjadi pilihan baik untuk kesehatan ginjal dan jantung. Teh ini mengandung polifenol, terutama katekin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi serta mendukung fungsi pembuluh darah sehat.

Caitlin menambahkan, "Teh hijau mengandung sekitar 29 miligram kafein per cangkir, jauh lebih sedikit dibanding kopi, sehingga cocok bagi orang yang sensitif terhadap kafein." Minuman ini tidak hanya menghidrasi tapi juga memberikan manfaat antioksidan bagi ginjal.

Susu kedelai tawar kaya protein nabati yang membantu kenyang lebih lama dan dapat mengelola berat badan, faktor penting dalam pencegahan penyakit ginjal kronis. Penelitian menunjukkan asupan protein nabati dapat menurunkan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen.

Namun, penderita penyakit ginjal disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi susu kedelai, karena kandungan kalium dan fosfornya mungkin tidak sesuai dengan kondisi ginjal tertentu.

Kefir, minuman fermentasi mirip yoghurt, mengandung protein, kalsium, dan probiotik yang mendukung kesehatan mikrobioma usus. Penelitian saat ini juga mempelajari hubungan antara kesehatan usus dan ginjal, dikenal sebagai sumbu usus-ginjal, yang berpotensi memengaruhi peradangan dan kesehatan ginjal.

Teh hitam menghidrasi dan mengandung flavonoid, senyawa antioksidan yang berhubungan dengan kesehatan jantung dan ginjal. Studi tahun 2023 menemukan konsumsi teh dapat menurunkan risiko cedera ginjal akut, terutama pada konsumsi sekitar 3,5 cangkir per hari. Meskipun demikian, studi ini bersifat observasional dan belum membuktikan efek langsung teh terhadap ginjal.

Disclaimer

This article was automatically rewritten by AI based on source: health.detik.com without altering the facts of the original article.
Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed