Prof Antonius Jelaskan Mengapa Buah Matang Lebih Manis

Smallest Font
Largest Font

Prof Antonius Suwanto dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University menjelaskan bahwa buah matang memiliki kandungan gula lebih tinggi dibandingkan buah yang belum matang. Menurutnya, pada buah yang belum matang, karbohidrat masih didominasi oleh pati resisten yang dicerna lebih lambat oleh tubuh, sehingga rasa buah belum terlalu manis. "Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis," ujar Prof Antonius Suwanto dalam laman resmi IPB University, dilansir dari Detikcom.

Prof Antonius juga menyarankan agar orang yang perlu membatasi asupan gula memilih buah yang belum matang atau mengkal karena kandungan gulanya lebih rendah namun masih mengandung mineral, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.

"Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak," ujarnya menjelaskan pentingnya porsi konsumsi dibandingkan hanya memilih tingkat kematangan buah. Selain itu, Prof Antonius menekankan pentingnya mengonsumsi buah dalam bentuk utuh untuk mendapatkan kandungan serat alami yang berperan sebagai makanan bagi bakteri baik di usus besar.

"Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat," ujar Prof Antonius. Serat tersebut membantu menjaga sistem imun serta menghasilkan vitamin dan hormon yang bermanfaat bagi tubuh.

Ia menambahkan, "Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food."

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow