PT Vale Proyeksikan Industri Baterai EV Dominasi Permintaan Nikel 2030

Smallest Font
Largest Font

PT Vale Indonesia Tbk memproyeksikan permintaan nikel akan didominasi oleh industri baterai kendaraan listrik pada 2030, menggantikan dominasi sebelumnya dari industri baja nirkarat, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menjelaskan bahwa produk nikel yang sebelumnya banyak digunakan untuk baja nirkarat mulai bergeser ke sektor kendaraan listrik dan penyimpanan energi.

Menurut Budiawansyah, pergeseran ini diperkirakan mendorong lonjakan produksi produk antara seperti mixed hydroxide precipitate (MHP) yang diolah menjadi nikel sulfat untuk precursor cathode active material (pCAM) dan cathode active material (CAM).

"Kalau kita lihat demand-nya sekarang mulai bergeser, pertambahannya. Memang [masih] didorong oleh stainless steel. Namun, kalau kita lihat, mulai dominan fast growing segment. Jadi industri baterai ini atau storage energi ini, itu akan menjadi fast growing," ujar Budiawansyah dalam Grand Seminar Hipmi, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan riset Shanghai Metals Market (SMM), pangsa produksi pCAM Indonesia diperkirakan meningkat dari sekitar 3% pada 2024 menjadi 20% pada 2030, sementara CAM yang belum diproduksi di dalam negeri pada 2024 akan mencapai sekitar 15% pangsa produksi global pada akhir dekade ini.

Sebaliknya, pertumbuhan produk hilir untuk industri baja nirkarat diperkirakan lebih terbatas, dengan pangsa produksi naik dari 8% pada 2024 menjadi 10% hingga 2030.

Budiawansyah menegaskan, "Kalau sebelumnya produk nikel itu hanya didominasi untuk stainless steel, baja, industri sejenisnya; dengan pergeseran teknologi, tahun lalu kita sudah mulai bereaksi itu."

Dia juga menyoroti perkembangan harga mobil listrik dengan baterai nickel manganese cobalt (NMC) yang semakin mendekati harga mobil listrik dengan baterai berbasis lithium ferro phosphate (LFP).

"Sederhananya, kalau dahulu teman-teman membandingkan antara baterai LFP baterai dengan NMC, harga mobilnya jauh ya, jomplang. Sekarang itu sudah mulai mepet. Karena apa? Resource management," ujar Budiawansyah.

Menurut BMI, lengan riset Fitch Solutions Company, pertumbuhan permintaan nikel global pada 2026 hanya akan mencapai sekitar 3%, turun dari prediksi 5,8% pada 2025. Hal ini dipengaruhi oleh peningkatan penggunaan baterai kendaraan listrik non-nikel seperti LFP yang memiliki biaya lebih rendah dan umur siklus lebih panjang.

Data Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan pangsa pasar LFP di China naik menjadi 75% pada 2024 dari 62% pada 2022, sementara pangsa pasar global naik dari 38% menjadi 50%. Sebaliknya, pangsa pasar baterai berbasis nikel turun pada periode yang sama.

BMI menulis, "Pergeseran komposisi ini kemungkinan akan menjaga sentimen pasar tetap lesu dan menahan pertumbuhan permintaan nikel meskipun ada dorongan makroekonomi yang lebih luas."

Pemerintah Indonesia tengah mendorong pengembangan baterai berbasis nikel atau NMC melalui pemberian insentif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah membuka peluang insentif khusus bagi mobil listrik dengan baterai berbasis nikel sebagai bagian strategi mendongkrak pasar EV di Indonesia.

"Ke depan akan ke sana. [Insentif baterai NMC menjadi] bagian dari salah satu strateginya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (3/8/2026).

Indonesia saat ini memiliki dua pabrik baterai kendaraan listrik, termasuk pabrik hasil kerja sama dengan perusahaan asing yang siap diresmikan. Pemerintah ingin mendorong permintaan kendaraan listrik dengan baterai berbahan baku nikel agar rantai pasok dari hulu hingga hilir berjalan berkelanjutan.

Bahlil menambahkan, baterai NMC memiliki keunggulan dibanding teknologi LFP untuk kendaraan listrik yang memerlukan daya jelajah lebih jauh. Oleh karena itu, pengembangan ekosistem baterai berbasis nikel tetap menjadi bagian penting dari kebijakan industri kendaraan listrik nasional.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed