Belasan Relawan Dapur MBG di Bima Terinfeksi Hepatitis
Belasan relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bolo dan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diduga terinfeksi hepatitis. Temuan ini diketahui setelah puskesmas setempat melakukan skrining kesehatan berkala di beberapa dapur operasional.
Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, mengatakan ada sejumlah relawan yang menunjukkan hasil reaktif saat tes kesehatan. Skrining ini menyasar pekerja dan relawan yang menyiapkan makanan.
"Iya betul. Berdasarkan laporan yang diberikan oleh tenaga kesehatan lapangan, ada sejumlah yang reaktif memang," ujar Nurjanah. Ia menambahkan bahwa hanya beberapa dapur saja yang terdampak, namun belum ada data pasti terkait jumlah pasti pekerja yang reaktif.
Di Kecamatan Soromandi, Kepala Puskesmas Nasaruddin menyebut ada dua lokasi dapur MBG dengan total 15 relawan positif hepatitis, dengan rincian 10 orang di satu dapur dan 5 orang di dapur lainnya.
"Di Kecamatan Soromandi, satu dapur ada 10 orang yang positif dan satu dapur lainnya ada 5 orang," kata Nasaruddin. Puskesmas kemudian mengeluarkan rekomendasi resmi agar pengelola dapur MBG mengganti pekerja yang terinfeksi dengan yang sehat untuk mencegah penularan lebih luas.
"Sudah kita keluarkan rekomendasi agar diganti dengan pekerja yang sehat. Tujuannya untuk mencegah penularan lebih luas," tegas Nasaruddin.
Dikutip dari Healthline, hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang sering disebabkan oleh infeksi virus, konsumsi alkohol berlebih, racun, obat tertentu, atau penyakit autoimun. Hepatitis virus terbagi menjadi beberapa tipe, seperti A, B, C, D, dan E.
Hepatitis A biasanya ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita. Hepatitis B dan C menular melalui kontak cairan tubuh, sedangkan hepatitis D hanya menyerang penderita hepatitis B. Hepatitis E, mirip dengan A, ditularkan melalui air yang tercemar.
Skrining di dapur pengolahan makanan sangat penting karena pekerja yang terinfeksi, terutama hepatitis A, bisa menularkan virus ke konsumen jika higienitas makanan tidak terjaga. Pencegahan yang disarankan meliputi vaksinasi, sanitasi ketat, dan penggantian sementara pekerja yang reaktif hingga dinyatakan sehat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow