TNI AL Jelaskan Latihan Pelayaran dengan China di Lepas Pantai Timur Taiwan

Smallest Font
Largest Font

TNI Angkatan Laut (TNI AL) memberikan penjelasan mengenai rencana latihan pelayaran bersama militer China di lepas pantai timur Taiwan. Latihan ini ditegaskan bukan bertujuan perang, melainkan sebagai tradisi angkatan laut internasional dalam melintasi wilayah perairan suatu negara, ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul, Rabu (12/8/2026).

Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri, KRI I Gusti Ngurah Rai tiba di Vladivostok, Rusia, pada 23 Juli 2026 untuk mengikuti Latihan Bersama ORRUDA 2026 dengan Angkatan Laut Rusia. Latihan berlangsung dalam dua tahap, yaitu Harbour Phase pada 24-26 Juli dan Sea Phase pada 27-28 Juli 2026.

Selama perjalanan pulang dari Vladivostok ke Indonesia, KRI I Gusti Ngurah Rai akan melakukan latihan passing exercise dengan angkatan laut negara-negara yang dilalui, termasuk Jepang, China, dan Armada Ketujuh Angkatan Laut Amerika Serikat. Passing exercise merupakan latihan bersama untuk menyambut dan mengantarkan kapal perang asing serta mempererat hubungan diplomatik maritim.

Laksamana Tunggul menjelaskan, "Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting, tetapi sebagai tradisi navy secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara." Ia menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif membuka peluang kerja sama dengan semua negara, termasuk dalam latihan bersama.

"Passex ini juga merupakan goodwill engagement yang umum dilakukan angkatan laut di dunia sebagai wujud naval brotherhood serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang," ujar Tunggul. Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendukung komunikasi, kepercayaan, dan persahabatan antar angkatan laut serta mencerminkan komitmen Indonesia memperkuat keamanan dan stabilitas maritim dunia.

Sementara itu, pemerintah Taiwan mengecam rencana latihan bersama tersebut, menilai langkah China berusaha menciptakan kesan palsu bahwa mereka memiliki yurisdiksi atas wilayah di sebelah timur Taiwan. Taiwan menolak klaim China yang menganggap pulau tersebut sebagai bagian wilayahnya.

Kementerian Pertahanan China menyatakan salah satu kapal perang mereka dan fregat Indonesia akan melakukan latihan pelayaran di wilayah tersebut pada pertengahan Agustus untuk meningkatkan kemampuan operasional bersama dan menjaga perdamaian regional.

Dewan Urusan Daratan Taiwan mengecam keras latihan militer ini dan menuduh Partai Komunis China melakukan provokasi militer. "Langkah ini, pada kenyataannya... bertujuan untuk menciptakan kesan palsu bagi komunitas internasional bahwa CCP memiliki yurisdiksi atas perairan di sebelah timur Taiwan dan secara terang-terangan melanggar kedaulatan nasional dan hak serta kepentingan maritim kami," kata Dewan Urusan Daratan, dilansir AFP.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow