Presiden Trump Umumkan Investasi Rp53 Triliun di Sektor Pertambangan Mineral AS

Smallest Font
Largest Font

Presiden Donald Trump mengumumkan investasi sebesar US$3 miliar di sektor pertambangan mineral kritis AS dalam pertemuan dengan eksekutif industri di Departemen Luar Negeri, Jumat lalu, untuk mengurangi ketergantungan rantai pasok pada China. Investasi ini termasuk pinjaman US$1,4 miliar untuk memperluas produksi anoda baterai silikon dan sel baterai lithium-ion, serta dana US$400 juta dari Pentagon untuk produksi skandium di Australia dan US$150 juta untuk perusahaan logam tanah jarang di Minnesota, dilansir dari Bloombergtechnoz. Dana lebih dari US$1 miliar juga dialokasikan untuk proyek tembaga di Arizona dan investasi US$25 juta untuk memulai operasi tambang grafit di Alabama, sementara US$180 juta akan digunakan untuk memperkuat program pendidikan bagi industri pertambangan AS.

Trump menyatakan, "Kita kembali mempekerjakan para penambang kita dan merebut kembali posisi yang seharusnya dimiliki Amerika sebagai negara adidaya mineral dunia." Ia menekankan pentingnya kemandirian sumber daya demi keamanan nasional.

Dalam acara tersebut, beberapa eksekutif dari perusahaan besar seperti Rio Tinto Group dan Freeport-McMoRan Inc hadir untuk mendukung inisiatif ini. Trump juga menyampaikan bahwa tambang domestik AS mulai beroperasi kembali dengan cepat, termasuk tambang logam tanah jarang pertama dalam 70 tahun dan pembangunan pabrik peleburan aluminium pertama sejak 1980.

Ramón Barúa, CEO Aclara Resources Inc, menyebut pertemuan ini sebagai tanda kesiapan pemerintah untuk mendukung penuh sektor pertambangan. Pemerintah AS telah menjanjikan investasi lebih dari US$10 miliar untuk mengembangkan pasar logam tanah jarang dan magnet permanen yang sedang tumbuh di dalam negeri.

Meskipun upaya besar ini, sektor mineral kritis menghadapi tantangan besar, terutama kekurangan tenaga kerja terlatih dan menurunnya minat calon pekerja di bidang pertambangan, sehingga mempengaruhi kecepatan pengembangan industri. Selain itu, pemerintah juga mendukung proyek pertambangan di Afrika dan Amerika Selatan untuk mengurangi dominasi China atas mineral kritis. Robert Friedland, miliarder di sektor pertambangan, mengingatkan bahwa selama ini pemerintah AS kurang menyadari pentingnya industri ini, padahal hal tersebut sangat krusial bagi keamanan nasional.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed