Antarktika Menjadi Lokasi Terbesar Penemuan Meteorit di Bumi
Antarktika dikenal sebagai benua terdingin di dunia dan menjadi lokasi penemuan meteorit terbesar di Bumi, dengan lebih dari 45.000 meteorit telah ditemukan sejak 1912, dilansir dari Detik iNET. Fenomena ini bukan karena Antarktika lebih sering dihujani meteorit, melainkan hasil proses alami yang melibatkan es, angin, dan pegunungan. Ketika meteorit jatuh, mereka tertutup salju yang kemudian memadat menjadi es.
Lapisan es yang terbentuk bergerak lambat akibat gravitasi dan beratnya sendiri, membawa meteorit dalam alirannya. Saat es bertemu penghalang seperti pegunungan, pergerakannya melambat, sehingga meteorit terkonsentrasi di area tertentu.
Angin katabatik yang dingin dan kering mengikis permukaan es melalui sublimasi, yaitu perubahan es menjadi uap tanpa melewati fase cair. Proses ini menghilangkan es di sekitar meteorit, sehingga batuan luar angkasa yang terperangkap muncul ke permukaan.
Area yang kaya meteorit ini dikenal sebagai meteorite stranding zones, umumnya berada pada wilayah es biru (blue ice). Di sini, salju permukaan hilang dan es padat terekspos, membuat meteorit yang berwarna gelap lebih mudah dikenali. NASA mencatat bahwa hampir seluruh meteorit di Antarktika ditemukan di wilayah es biru, karena minimnya lapisan salju yang menutupi permukaan. Peneliti dapat mencari meteorit dengan berjalan kaki atau kendaraan salju di area ini.
Meskipun demikian, tidak semua batuan gelap adalah meteorit. Batuan Bumi juga bisa terbawa ke permukaan, sehingga setiap temuan harus diuji dan diklasifikasikan di laboratorium. Lingkungan Antarktika yang sangat dingin dan kering membantu mengawetkan meteorit dengan baik, memperlambat proses pelapukan. Beberapa meteorit yang ditemukan diperkirakan telah jatuh lebih dari satu juta tahun lalu.
Meteorit ini sangat penting untuk penelitian tentang Tata Surya, memberikan informasi tentang material pembentuk asteroid dan kondisi awal Tata Surya itu sendiri. Sebagian kecil meteorit berasal dari Bulan dan Mars, yang sangat bernilai untuk studi planet. Keberadaan meteorit di Antarktika bergantung pada kombinasi kondisi unik, seperti suhu yang tetap di bawah minus 9 derajat Celsius, pergerakan es yang tepat, dan permukaan yang terus kehilangan salju dan es.
Jika suhu terlalu tinggi, meteorit dapat tenggelam ke dalam es akibat mencairnya lapisan es di bawahnya. Jika aliran es terlalu cepat, meteorit terbawa pergi sebelum terkumpul dalam jumlah besar.
Meteorite stranding zones di Antarktika merupakan 'program pengumpulan sampel' alami yang membantu ilmuwan meneliti sejarah asteroid, Bulan, Mars, dan pembentukan Tata Surya lebih mendalam. NASA memperkirakan masih ada sekitar 300.000 meteorit yang menunggu ditemukan di benua ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow