CoreWeave Catat Lonjakan Penjualan dan Backlog AI di Kuartal Ketiga
CoreWeave Inc., penyedia layanan komputasi untuk kecerdasan buatan (AI), mencatat lonjakan penjualan kuartal ketiga yang diperkirakan mencapai US$3,45 hingga US$3,6 miliar, melebihi ekspektasi para analis, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Perusahaan juga melaporkan backlog senilai US$104 miliar pada akhir kuartal, yang menjadi indikator kuat permintaan layanan AI di pasar global.
Michael Intrator, CEO CoreWeave, menjelaskan bahwa margin kuartal kedua meningkat 5 hingga 10 poin dibanding kuartal sebelumnya karena keterbatasan kapasitas yang memungkinkan perusahaan mendapatkan persyaratan lebih menguntungkan.
"Margin kuartal kedua menunjukkan perbaikan signifikan yang sebagian disebabkan oleh keterbatasan kapasitas," ujar Michael Intrator, CEO CoreWeave.
Setelah kuartal berakhir, CoreWeave juga menandatangani komitmen pelanggan baru senilai lebih dari US$25 miliar, memperkuat posisi perusahaan di pasar AI.
Pendapatan CoreWeave pada kuartal kedua meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$2,58 miliar, sementara kerugian bersih per saham sebesar US$1,14, lebih kecil dari perkiraan analis yang sebelumnya memperkirakan kerugian US$1,41 per saham.
Perusahaan juga menaikkan proyeksi pendapatan tahun ini menjadi US$12,4 hingga US$13,2 miliar dari perkiraan sebelumnya US$12 hingga US$13 miliar.
CoreWeave melayani pelanggan besar seperti OpenAI, Meta Platforms Inc., dan Microsoft Corp., serta berencana memperluas pasar Asia dengan membangun tiga pusat data di Indonesia.
Perusahaan sempat mengalami fluktuasi saham akibat likuidasi posisi hedge fund yang fokus pada AI, namun saham CoreWeave tetap naik 26% sepanjang tahun ini hingga penutupan pasar terbaru.
Analis Bloomberg Intelligence, Vasu Kasibhotla dan Anurag Rana, menyatakan bahwa backlog yang terus meningkat menunjukkan permintaan AI yang tetap kuat.
"Permintaan AI tetap kuat, terlihat dari backlog besar yang terus bertambah," ujar Vasu Kasibhotla dan Anurag Rana, analis Bloomberg Intelligence.
CoreWeave menjadi tolak ukur dalam booming pusat data AI dan mitra dekat produsen chip AI terkemuka, Nvidia Corp., yang juga merupakan investor utama perusahaan.
Selain CoreWeave, perusahaan lain seperti Super Micro Computer Inc. dan Applied Materials Inc. juga melaporkan hasil positif terkait infrastruktur AI.
Microsoft dan Google juga mencatat pertumbuhan pesat pada unit cloud mereka, dengan Google melaporkan backlog sebesar US$514 miliar, naik dari US$460 miliar pada kuartal sebelumnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow