Harga Pangan Naik di Berbagai Komoditas, Bapanas Lakukan Antisipasi
Sebagian besar harga pangan mengalami kenaikan pada Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 09.10 WIB, kecuali beberapa komoditas seperti beras kualitas medium II, cabai rawit hijau, dan daging sapi kualitas 1 yang justru turun harga, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Harga beras kualitas medium II turun menjadi Rp16.200 per kilogram, turun Rp50 dari hari sebelumnya. Penurunan harga juga terjadi pada cabai rawit hijau dan daging sapi kualitas 1 dengan masing-masing turun 23,3% dan 0,93% menjadi Rp40.150 per kg dan Rp149.750 per kg.
Hampir semua bahan pangan lainnya mengalami kenaikan harga, seperti bawang merah ukuran sedang naik Rp2.150 menjadi Rp42.050 per kg, dan bawang putih naik Rp150 menjadi Rp41.300 per kg. Cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah juga naik signifikan.
Beras kualitas bawah I dan II tercatat naik ke harga rata-rata nasional Rp15.600 dan Rp15.350 per kg. Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium, super I, dan super II.
Untuk protein hewani, daging ayam ras segar naik menjadi Rp41.050 per kg, daging sapi kualitas 2 naik Rp1.600 menjadi Rp143.750 per kg, dan telur ayam ras segar naik menjadi Rp29.650 per kg.
Gula pasir dan minyak goreng juga mengalami kenaikan harga. Gula pasir kualitas premium dan lokal naik masing-masing menjadi Rp21.550 dan Rp19.200 per kg. Minyak goreng kemasan dan curah juga naik dengan harga Rp26.300, Rp25.200, dan Rp21.200 per kg.
Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Kelik Budiana mengatakan berbagai langkah antisipasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan sepanjang 2026.
"Sebagai antisipasi, aksi Badan Pangan Nasional untuk menjaga stabilitas harga pangan di tahun 2026 terus dilakukan. Per 8 Agustus 2026, realisasi SPHP beras telah mencapai 73,71 persen atau 610,3 ribu ton," ujar Kelik.
Dia juga menyampaikan bahwa bantuan pangan bagi masyarakat terus diberikan, dengan program yang menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) selama beberapa bulan di 2026.
"Bantuan pangan ini dilanjutkan selama tiga bulan untuk periode Juli sampai September 2026 berdasarkan Rakortas Kemenko Pangan tanggal 9 Juni 2026, kepada penerima desil 1 sampai 4," kata Kelik.
Untuk menjaga harga jagung dan telur di tingkat peternak, penyaluran SPHP jagung kepada peternak telur ayam ras juga dilakukan. Hingga 8 Agustus 2026, realisasi penyaluran mencapai 110.573 ton atau 45,93 persen dari target 213.200 ton.
"Dalam rangka stabilisasi harga jagung dan telur di tingkat peternak, Badan Pangan Nasional telah menyalurkan SPHP jagung pada peternak telur ayam ras. Penyaluran SPHP jagung ini dalam rangka stabilisasi harga telur dan daging ayam ras," ujar Kelik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow