Bakti Kominfo Sebut 83 Persen Desa di Indonesia Sudah Terakses Internet
Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa akses internet telah menjangkau 83% desa dan kelurahan di Indonesia, atau mencapai 98% populasi, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Namun, masih terdapat sekitar 2.000 desa dan kelurahan yang belum tersentuh layanan internet, mayoritas berada di enam provinsi di Papua. Pemerintah dan swasta akan bekerja sama membangun infrastruktur di wilayah-wilayah tersebut.
Direktur Utama Bakti Komdigi, Fadhilah Mathar, menjelaskan bahwa pemerintah membangun infrastruktur melalui partisipasi operator seluler yang memenangkan tender frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
"Yang akan dilakukan pemerintah itu membangunnya melalui penyertaan pada saat operator seluler kemarin yang menang tender 700 MHz dan 2,6 GHz. Ini ada beberapa desa yang nanti akan dibangun oleh pihak operator seluler," ujar Fadhilah di Bakti Media Connect 2026, Jakarta.
Pada lelang frekuensi tersebut, Telkomsel memperoleh total lebar pita 100 MHz, sedangkan XLSmart dan Indosat Ooredoo Hutchison masing-masing menguasai lebar pita 80 MHz.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mewajibkan operator seluler membangun infrastruktur 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan dari Sumatera hingga Papua serta mempercepat penggelaran jaringan 5G dengan target cakupan 51% populasi nasional pada tahun kelima.
Fadhilah menegaskan bahwa upaya kolaborasi antara pemerintah dan swasta merupakan komitmen bersama untuk memperluas jangkauan internet.
"Ini juga bentuk dari komitmen bahwa coverage ini bukan hanya persoalan yang diselesaikan oleh pemerintah, tapi juga oleh swasta. Jadi, kita semua kerja sama," kata Fadhilah.
Lebih lanjut, Fadhilah menuturkan bahwa pembangunan infrastruktur di beberapa daerah Papua sempat terhambat oleh kondisi keamanan, meskipun perangkat sudah tersedia di lokasi.
"Dulu Bakti hampir membangun yang tersisa itu, mungkin seratusan di antaranya ya, tapi karena kondisi keamanan. Bahkan, di lokasinya itu tower, perangkat, itu sudah ada di lokasi, tapi karena prosesnya sangat sulit dan masalah keamanan, akhirnya ada beberapa puluh site yang kita akhirnya tidak bisa dilanjutkan," ujarnya.
Fadhilah menjelaskan kriteria suatu daerah disebut blankspot apabila tidak memiliki sinyal internet 4G sama sekali, dan jika operator seluler sudah beroperasi maka daerah tersebut tidak termasuk blankspot.
"Tidak ada coverage, bahkan 1% untuk sinyal 4G. Kami juga di Komdigi, desa ini sudah ada coverage dari operator seluler, Bakti seharusnya kan sudah tidak ada di sana. Begitu kita lihat kriteria-kriteria itu, kita keluar," jelas Fadhilah.
Bakti juga menegaskan bahwa keputusan untuk keluar dari suatu wilayah dilakukan berdasarkan kriteria cakupan internet yang sudah ditetapkan.
"Kadang-kadang bukan tidak ada sinyal, cuma desanya itu hanya 70% yang ter-cover, 30% benar-benar tidak ter-cover. Nah, mungkin yang bicara ini 30% yang tidak ter-cover, tapi dalam kriteria kami 30% yang tidak ter-cover ini bukan full blind spot, karena 70%-nya kan sudah ter-cover," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow