IHSG Turun 0,69 Persen, Emiten Catatkan Laba Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8), dilansir dari Detik Finance.

Penurunan IHSG disebabkan oleh tekanan saham TLKM yang turun 3,32%, BBRI melemah 1,28%, dan BREN terkoreksi 3,99%. Namun, saham SMMA, MDKA, dan EMAS mengalami penguatan masing-masing 2,03%, 3,40%, dan 2,01%.

Aktivitas investor asing menunjukkan net sell sebesar Rp875,51 miliar di pasar reguler, tetapi secara keseluruhan mencatat net buy Rp829,70 miliar. Dari 11 sektor saham, 10 sektor berakhir melemah, dengan sektor Non-Cyclicals turun paling besar sebesar 1,37%.

Sektor Transportation menjadi satu-satunya sektor yang naik dengan kenaikan 6,21%. Pergerakan pasar global juga memberikan pengaruh, dengan bursa saham Amerika Serikat yang sebagian besar melemah.

Bursa Efek Indonesia berencana menambahkan kolom afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1% untuk memberikan informasi lebih terkait struktur kepemilikan dan transaksi afiliasi, sehingga investor dapat lebih berhati-hati.

Cisarua Mountain Dairy (CMRY) mencatat laba bersih sebesar Rp1,17 triliun pada semester I-2026, meningkat 17,88% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan naik 25,50% menjadi Rp6,46 triliun, didukung segmen Dairy dan Consumer Foods.

CMRY juga mulai mengekspor produk ke Vietnam sejak Mei 2026 dan sudah menjangkau beberapa negara seperti Filipina, Kamboja, dan Malaysia. Perseroan mengembangkan Cimory Yogurt Cafe untuk memperluas interaksi dengan konsumen.

IFSH membukukan laba bersih Rp46,18 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi Rp6,17 miliar pada tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan neto sebesar 88,56% menjadi Rp634,29 miliar mendorong laba bruto naik signifikan.

Kontribusi terbesar IFSH berasal dari bisnis pertambangan dan pengolahan nikel sebesar Rp540,16 miliar, yakni 85,2% dari total pendapatan. Saham IFSH berpotensi menguat jika mampu menembus pola teknikal tertentu.

Triputra Agro Persada (TAPG) menetapkan pembagian dividen interim sebesar Rp60 per saham atau sekitar Rp1,19 triliun, setara dengan dividend payout ratio 58,33% dari laba bersih semester I-2026 sebesar Rp2,04 triliun.

TAPG mencatat pendapatan semester I-2026 sebesar Rp5,86 triliun dan laba bersih Rp2,04 triliun, naik 6,33% dan 20,42% secara tahunan. Saham TAPG ditutup pada level Rp1.810 per saham pada perdagangan Senin (11/8) dengan dividend yield sekitar 3,31%.

Follow pdamtirtasukapura.co.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed